INDUSTRY.co.id - Jakarta - President University mendapat dukungan nyata Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, dalam bentuk Matching-Fund untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis dengan pihak Industri.
Dalam mengemban dukungan tersebut, President University bekerja sama dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung, PATA (Pacific Asia Tourism Association) Indonesia, ASITA (The Association of Indonesia Travel Agents), dan WTD Indonesia (World Tourism Day) menangani kegiatan Akselerasi dan Komersialisasi Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya di Kawasan Penyangga (buffer-zone) KEK Tanjung Lesung, yang berjarak 180 Km dari Jakarta, atau ditempuh 3 jam via Tol Jakarta-Merak dengan kendaraan mobil.
KEK Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas yang ditetapkan Pemerintah untuk dikembangkan, dan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor Pariwisata di Indonesia.
Dengan kedua penetapan tersebut, kawasan KEK Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan. Hub dari KSPN KEK Tanjung Lesung, berada di Kampung wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya.
"Kerja sama President University dengan Industri, diharapankan dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat Desa Tanjung Jaya secara berkesinambungan, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif, dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan generasi berikutnya," kata Dr. Agus Canny, M.A., M.Sc., Executive Director, PATA Indonesia yang dikutip INDUSTRY.co.id, Sabtu (13/11/2021).
Grand strategi dikembangkan Dr. Adhi Setyo Santoso, ST., MBA; Direktur President Research Center, President University, sedangkan sarana pelaksanaan dipimpin Rendika Nugraha, MBA., adalah Direktur SetSail: Inkubator Bisnis, President University telah merampungkan pemetaan potensi kampung wisata, dimulai dengan survei lapangan, menemukan permasalahan, kemudian mempelajari teori yang sesuai dengan permasalahan.
Pemetaan tersebut, mengacu pada pendekatan komprehensif (seluruh aspe), pendekatan integratif (memadukan seluruh pihak terlibat), dan pendekatan realistis (memadukan pertimbangan ideal vs pragmatis), dengan mengambil data primer melalui FGD (Focus Group Discussion) dan In-Depth Interview kepada para pengrajin dan kelompok UMKM terkait, tersebar di 6 kluster kampung, DesaTanjung Jaya, yaitu (1) Cikadu; (2) Kepuh; (3) Muncang; (4) Sukamulya; (5) Cipanon, (6) Sumber Jaya, sebagai salah satu dasar untuk pengembangan desa wisata.
"Berdasarkan empat aspek 4-A yaitu (1) Attraction (daya tarik); (2) Aksesibilitas; (3) Amenities (fasilitas); (4) Ancillary (kelembagaan); President University di dukung oleh PATA Indonesia, WTD Indonesia dan ASITA, mencoba mengaplikasikannya dalam model produk desain, yaitu 20 paket wisata baru, yang ideal dan kontekstual untuk Kampung Wisata Cikadu," kata Michael Rino, SE., MBA
Pada hari ini, Sabtu, tanggal 13 November 2021, Program Komunikasi Informasi & Edukasi (KIE) Kampung Wisata Cikadu, dipimpin oleh Danni Wahyudi Manta, dari Cikadu Edutourism Center sebagai operator penyelenggara, siap menjadi hub Desa Tanjung Jaya, meluncurkan 20 paket wisata baru, dikembangkan oleh President University, dapat dilihat di website Window of Tanjung Lesung.
Dr. Nunung Rusmiati, M.Si, Ketua Umum ASITA, menyambut baik peluncuran 20 Paket Baru Kampung Wisata Cikadu, KEK Tanjung Lesung, akan di teruskan ke +/- 7.000 perusahaan anggota ASITA, yang merupakan perusahaan travel agents di seluruh Indonesia. Lebih jauh, Ketum ASITA mendukung kepada Sdr. Danni Wahyudi Manta, Cikadu Edutourism Center, sebagai anak muda milenial, tampil menjadi Pemimpin.
President/CEO PATA Indonesia, Purnomo Siswoprasetjo, juga sebagai Direktur Utama KEK Tanjung Lesung, mengucapkan terima kasih kepada President University, telah mengambil peran turut membina pengembangan 20 paket wisata baru, Kampung Wisata Cikadu.
"Kami melihat bahwa kerjasama antara President University dengan Kampung Wisata Cikadu, harus terus berlanjut dan terwujud dalam pengembangan kawasan buffer-zone KEK Tanjung Lesung, diharapkan akan menjadi “role model” nasional khususnya dalam peluncuran paket-paket wisata" kata Panca R Sarungu, Ketua Umun MASATA (Masyarakat Sadar Wisata).
"Kami juga melihat ke depan desa wisata berbasis Bahari harus di Indonesia harus diperbanyak dan semoga dengan kolaborasi ini menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi Paska pandemi" lanjut Panca yang juga Wakil ketua umum DPP GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia)
Dua Jempol apresiasi tinggi Ninik Irawan, Bendahara ASTINDO Jakarta (Asosiasi Travel Indonesia), Wakil Ketua Pemasaran, Perhimpunan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), atas inovasi dan kreatifitas 20 paket baru wisata Kampung Wisata Cikadu, yang telah dikembangkan President University.