INDUSTRY.co.id - JAKARTA -- Banyak kisah tentang penderita kanker diangkat menjadi cerita film. Perjuangan para panderita dalam menghadapi penyakit mematikan ini tentu akan menjadi inspirasi bagi penderita atau keluarga jika diangkat ke dalam sebuah film.
Itulah yang melatarbelakangi PH Sinemata mengangkat kisah penderita Kanker dalam sebuah film berjudul "Kartu Pos Wini"

Advertisement

Film Ini yang diadaptasi dari cerita yang dimuat di kanal digital KanyaID oleh penulis asal Yogyakarta, Ruwi Meyta. “Film Kartu Pos Wini ini mewakili problem kita kebanyakan, problem keinginan atau harapan yang sering dipatahkan oleh keadaan,” kata Aris Muda, Produser Sinemata yang juga menulis skenario film ‘Kartu Pos Wini’ saat acara ‘Diskusi Film dan Kanker serta Rilis Teaser dan Poster Film ‘Kartu Pos Wini’.

Namun, lanjut Aris,  film  yang tengah dalam proses penyelesaian produksi ini, tidak menjual kesedihan. “Kita ingin menampilkan perjuangan melawan kanker tapi bukan dari sisi kesedihan dan air mata. Kita nggak jual air mata, “ terangnya.

Advertisement

Menurut Aris, Sinemata layak mengangkat cerita relasi antar-manusia yang sebenarnya sederhana tapi sering kehilangan makna. “Kadang ketidakpedulian melemahkan sifat-sifat kemanusiaan, ketidakpedulian terhadap penderita kanker, terhadap mereka yang berharap memperpanjang usia karena kanker, sering bukan menjadi problem mereka-mereka yang sehat jasmaninya,” tandasnya.

Sedangkan, sutradara Tarmizi Abka menyampaikan dirinya langsung tertarik ketika membaca cerita yang ditulis oleh Ruwi karena mengisahkan tentang kemanusiaan. “Saya tertarik karena soal kemanusiaan tinggi,” ungkapnya.

Advertisement

 “Jadi, apapun yang terjadi harus syuting dan dengan berbagai macam waktu yang mepet akhirnya kita mulai syuting dengan pemain yang sudah punya nama,” imbuhnya.

Menurut Tarmizi, tantangan yang dirasakannya adalah syuting kali ini cukup memakan waktu lantaran terhambat kondisi pandemi Covid-19 dan cuaca. Oleh karena itu, Tarmizi mengaku, ada banyak adegan dalam film Kartu Pos Wini yang belum sempat diambil.

Advertisement

“Proses kreatif yang memang melibatkan orang banyak sehingga dalam kondisi sekarang yang pendemi Covid-19, lalu keburu musim hujan jadi kepending beberapa scene. Jadi, baru sedikit teaser yang diputar,” ujarnya.

‘Kartu Pos Wini’ berkisah tentang cewek milenial yang termakan idealisme dan kekerasan hatinya. Termasuk terobsesi punya cita-cita sebagai staf kantor pos. Ruth akhirnya menjadi staf kantor pos.

Pekerjaan ini membuatnya berjumpa dengan seorang anak penyandang leukemia, Wini. Dia menjadi penolong si anak. Makin intens drama kisah KPW ini ketika sahabat pena Ruth memberi hadiah kejutan, meluluskan proposal pengobatan ke Amsterdam, Belanda.

Selain isu tentang penyakit kanker, juga romansa. Kisah cinta Ruth dan Reza, sang sahabat pena seakan ingin mengembalikan ingatan cerita masa lalu remaja-remaja era 1980-1990an.

Sinemata merencanakan rilis film ‘Kartu Pos Wini’ pada tanggal 4 Februari 2022 bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia. (AMZ)