INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kripto 1INCH mencapai titik tertinggi, baru-baru ini. Ini karena aggregator DEX bersaing untuk dominasi decentralized finance (DeFi), sebuah teknologi yang baru dan tengah digandrungi. Apakah 1Inch bisa menyaingi Uniswap, platform DeFi yang paling banyak digandrungi?
Deentralized Finance (DeFi) merupakan ekosistem blockchain dan di dunia kripto yang sedang ramai digandrungi saat ini. Karena memungkinkan orang-orang untuk investasi seperti deposito, menggadaikan kripto dan lain-lain dengan menggunakan teknologi tidak terpusat atau tanpa perentara secara sentral.
Ini tentu menjadi daya tarik untuk kebutuhan orang-orang di bidang digital finansial. Mengingat tentang DeFi, orang-orang akan mengingat tentang Uniswap, selain tentunya meningat nama Ethereum dan Bitcoin. Padahal, Bitcoin tidak berhubungan dengan DeFi.
Kripto 1INCH sudah all time high atau menyentuh rekor harga tertingginya, belakangan ini.“Ini terjadi karena akses ke likuditas menjadi membludak atau paling banyak. Kemudian, slippagenya menyentuh paling rendah. Selain itu, nilai tukar yang terbaik adalah Ethereum dan Binance Smart Chain,” menurut situs web projetnya, belum lama ini.
Integrasi likuiditas Baru Meningkatkan 1INCH Price
Kenaikan 1INCH terjadi karena meningkatnya demand atau permintaan. Ini terjadi karena pengumuman pada 6 Mei. Protokol ini sudah berhasil mengumpulkan likuiditas dari ekosistem MDEX DeFi di Binance Smart Chain yang naik pesat.
“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa @1inchNetwork sudah mengumpulkan likuiditas #MDEX di #BSC #1inch. Ini adalah jaringan terdistribusi untuk protokol terdesentralisasi untuk operasi yangmenguntungkan, kemudian yang paling cepat, dan juga akan terlindungi di #DeFi,” kata analis Mdex.com (@Mdextech), beberapa waktu lalu.
Ini tentu saja memperluas jangkauan 1INCH dan juga membuat posisinya kuat sebagai aggregator DeFi. Integrasinya juga terjadi secara luas hingga kini.
Perbedaan dengan Uniswap
1INCH adalah salah satu DeFi yang sedang tren, dan digadangkan akan mengalahkan Uniswap. Mampukah 1INCH price mengalahkan Uniswap (UNI) Price? Lalu, apakah perbedaan diantara keduanya?
Proyek blockchain 1Inch adalah aggregator DEX dan juga merupakan protocol likuiditas (AMM). Dulunya, proyek ini bernama Mooniswap.
Platform ini berjalan dengan baik sebagai aggregator DEX yang menggunakan model AMM yang lebih menguntungkan dengan metode piringan hita.
Sementara itu, Uniswap sampai saat ini adalah decentralized exchanges yang paling favorit di dunia. Ini juga menjadi decentralized exchanges terbaik berdasarkan volume.
Kesamaan dari Uniswap dan 1Inch adalah memperdagangkan token ERC20. Keduanya juga merupakan protocol AMM yang menyediakan likuiditas.
1Inch atau Uniswap?
Apabila melakukan perdagangan dengan kecil dan cepat, Uniswap bukanlah tempat yang baik. Jika dengan dana yang sedikit, tentu lebih diarahkan ke 1INCH. Karena biaya transaksinya yang lebih murah dibandingkan Uniswap.
Sementara untuk investasi dengan cara membeli tokennya, UNI mungkin masih lebih baik. Hingga pekan kedua November 2021, Uniswap price sudah mencapai Rp394.850 di market Indodax.
Secara tahunan, UNI sudah meningkat lebih dari 7 kali lipat, dimana tahun lalu hanya Rp52 ribu saja.
UNI masih berada pada peringkat ke-10 aset kripto terbesar berdasarkan market cap atau kapitalisasi pasar. UNI Price tentu lebih aman untuk investasi dibandingkan 1INCH price yang cenderung lebih tidak stabil. Mengingat reputasinya yang masih tidak setinggi UNI.
1INCH price juga mencatatkan kenaikan yang tinggi selama satu tahun terakhir. November 2021, 1INCH price hanya Rp13.000. Pada pekan kedua November ini, 1INCH naik 5 kali lipat, atau tidak setinggi Uniswap. Pekan kedua November 2021, 1INCH price mencapai Rp63.000.
Membeli 1INCH dan Uniswap
Sebenarnya, keduanya sah-sah saja untuk dimiliki. Kini, token 1INCH dan UNI dijual dibanyak platform atau exchanges di seluruh dunia. Termasuk juga di Indonesia. Dua token ini bisa dibeli di Indodax mulai dari Rp10.000 dan dengan gratis fee dan biaya withdraw.