INDUSTRY.co.id - Jakarta - Yummy Corp, perusahaan Food Tech yang selama ini fokus membangun ekosistem industri makanan dengan berbagai lini usaha seperti cloud kitchen, katering online dan manajemen food facility, mengumumkan peluncuran resmi Yummyshop, aplikasi untuk membantu pelaku usaha UMKM kuliner untuk bertransaksi lebih mudah dengan konsumen mereka.

Yummyshop yang berbasis aplikasi di Android dan IOS, memberi kemudahan pelaku UMKM untuk berjualan online di platform media sosial.

Dengan adanya Yummyshop, para pelaku usaha dapat mengakses dasbor dan mengisi informasi mengenai produk yang dijual seperti foto, deskripsi dan harga barang. Berikutnya mereka dapat membuat tautan toko online yang dapat disebar ke berbagai platform media sosial.

Mario Suntanu CEO Yummy Corp mengatakan, Yummyshop hadir untuk memberi kemudahan para pelaku usaha UMKM kuliner bertransaksi dengan pelanggan mereka.

"Kini menerima orderan, melakukan pembayaran, dan juga logistik telah terintegrasi di dalam satu aplikasi. Peluncuran ini juga kami lengkapi dengan fitur Yummyshop Katalog sehingga mempermudah pelanggan memilih semua produk di etalase online hanya dengan sekali klik." kata Mario yang dikutip INDUSTRY.co.id,  Rabu (10/11/2021).

Yummyshop saat ini telah terintegrasi dengan berbagai pilihan partner pembayaran seperti GoPay, OVO dan ShopeePay untuk mempermudah merchant berikan opsi pembayaran sesuai keinginan pelanggan mereka.

Pilihan logistik yang telah menjadi mitra resmi Yummyshop seperti Lalamove, Deliveree, Anter Aja hingga Mr.Speedy dengan berbagai pilihan promo tentunya menjadi penawaran menarik bagi pelaku usaha kuliner dalam meningkatkan kenyamanan konsumen mereka.

Sejak dirilis dalam versi beta di pertengahan tahun ini, Yummyshop kini telah memiliki lebih dari 7000 merchant aktif yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di kota-kota seperti Jakarta, Medan dan Surabaya.

"Besar harapan kami hingga akhir tahun ini Yummyshop dapat terus mengembangkan basis merchant hingga pelosok daerah agar kami dapat berkontribusi positif untuk pemulihan ekonomi terutama untuk pelaku usaha UMKM kuliner." tutup Mario.