INDUSTRY.co.id - Jakarta, PD Dharma Jaya yang merupakan perusahaan BUMD DKI Jakarta melalui Direktur Utama, Marina Ratna Dwi Kusuma mengatakan, stok daging sapi di DKI Jakarta selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran aman.
"kami sudah siapkan stok daging sapi hampir dua kali lipat dibanding bulan puasa tanun sebelumnya," ungkap Marina Ratna Dwi Kusuma di Jakarta (2/6/2017).
Ia menambahkan, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut, bahwa kebutuhan daging sapi menjelang Ramadhan dan Lebaran meningkat. Jika tahun lalu disiapkan 200-an ton daging, maka tahun 2017 ini disiapkan 550 ton daging.
“Kalau yang 550 ton daging sapi tersebut impor dari Australia, tapi kalau sapi hidup didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Sapinya bagus-bagus, dan sudah siap di NTT. Kita sudah pesan 250 ekor, dan tadi sudah datang 150 ekor,” terangnya.
Disebutkan, kalau terjadi kenaikan lagi diperkirakan sekitar 10 persen, dan biasanya kebutuhan daging meningkat lagi pada H-4 Lebaran.
“Kenaikan kebutuhan daging sapi dalam bulan puasa, kalau dirata-rata sekitar 30 persen. Booming-nya itu waktu munggahan, habis munggahan, setelah puasa satu hari, dua hari, tiga hari, dan empat hari sudah mulai turun secara landai,” paparnya.
Untuk distribusi daging, pihaknya sudah menyiapkan motor dan mobil untuk operasional, yang juga sudah ditambah. Dalam distribusi daging ini, pihaknya bekerja sama dengan PD Pasar Jaya.
Sementara itu, untuk daging KJP, pihaknya telah siapkan 6 hingga 10 mobil untuk operasionalnya. “Untuk KJP, daging ayam dan sapi itu rata-rata 22 ton satu hari. Jadi saat ini tidak ada operasi pasar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk daging beku harganya bervariasi, ada yang Rp77 ribu untuk daging sop dan soto. Paha depan Rp85 ribu bisa dipakai rendang, dan semur, tapi ada kandungan lemak sedikit kira-kira 5 persen, dan paha belakang Rp89 ribu. “Kalau daging segar, paha depan Rp99 ribu, dan paha belakang Rp99.500," ungkapnya.