INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) diproyeksikan akan menjadi penopang industri halal nasional seiring dengan layanan transaksi keuangan yang terintegrasi (single system) di seluruh jaringan bank syariah terbesar di Tanah Air tersebut.

Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M. Rizal Taufikurahman mengatakan momentum integrasi secara menyeluruh tentu akan sangat positif bagi BSI sekaligus pelaku industri halal nasional.

Alasannya, BSI merupakan anak perusahaan dari bank milik pemerintah yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., sekaligus bank syariah terbesar yang memiliki tugas sebagai agen pembangunan dan pemerataan ekonomi khususnya di industri halal.

"Tentu akan sangat banyak manfaat yang akan didapat dengan rampungnya integrasi baik bagi perseroan maupun ekonomi nasional secara menyeluruh. Ini tentu juga akan menjadi momentum peningkatan kinerja industri halal," ujar Rizal yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (29/10/2021).

Seperti diketahui, BSI dalam waktu dekat akan melayani nasabah dan masyarakat di seluruh Indonesia dengan single system. BSI telah melakukan integrasi yang terdiri dari migrasi nasabah, layanan kartu ATM hingga layanan perbankan digital.

Rizal menegaskan BSI dapat masuk ke seluruh segmen mulai dari UMKM hingga pembiayaan dengan ticket size besar berskema syariah. Sebabnya, BSI merupakan bank hasil penggabungan 3 bank syariah besar milik BUMN yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah yang memiliki keunggulan baik di korporasi, UMKM dan ritel.

"Namun, secara khusus industri halal besar ini yang perlu ditingkatkan. Pasalnya, bank-bank di global bisa melakukan hal tersebut untuk meningkatkan kinerja dan pangsa pasar," jelasnya.

Rizal pun memandang kinerja BSI pasca integrasi memiliki prospek yang sangat cerah. Hal itu tak terlepas dari loyalitas nasabah muslim untuk meningkatkan efisiensi dana, dan meningkatkan daya saing margin pembiayaan.

Di sisi lain, potensi itu belum tergali optimal sebelum dilakukannya merger ketiga bank syariah pemerintah tersebut. Bayangkan saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Januari 2021 total aset keuangan syariah hanya sekitar 9,6% dari total industri pasar keuangan di Tanah Air.

Adapun aset perbankan syariah hanya 6,4% terhadap total aset industri perbankan di Indonesia. Padahal, Indonesia memiliki populasi muslim sekitar 80% dari total jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Namun pangsa pasar bank syariah baru di kisaran 10%.

"Dengan demikian (hadirnya BSI dan rampungnya integrasi internal) pelaku industri halal dapat meningkatkan kinerja dan nilai tambahnya lebih cepat guna mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi," imbuhnya.