INDUSTRY.co.id - Jakarta- Standard Chartered Bank meyakini inisiatif "One Belt One Road" (OBOR) mampu meningkatkan kredit sindikasi mengingat konsep tersebut dianggap mampu menciptakan jejaring antarbank di negara-negara yang terlibat dalam OBOR.
"Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Standard Chartered akan menyiapkan sindikasi khusus untuk OBOR," kata Country Head of Cash Transaction Banking Standard Chartered China, Jiwei Ye, dalam temu awak media di Jakarta, Rabu (31/5/2016).
Sebagaimana diketahui, OBOR digagas Pemerintah China pada 2013 untuk mempromosikan perdagangan bebas dan konektivitas negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Inisiatif OBOR melibatkan 63 persen populasi dunia dan 29 persen dari produk domestik bruto (PDB) global.
Jiwei menjelaskan pembangunan infrastruktur merupakan faktor penting untuk meraih potensi OBOR bagi lebih dari 60 negara yang terlibat. Kredit infrastruktur membutuhkan dana yang besar sehingga mendorong kebutuhan kredit sindikasi.
Dia mengatakan Indonesia masih mempunyai banyak kesempatan untuk kredit sindikasi bagi sektor pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Country Head Corporate and Institutional Banking Standard Chartered Indonesia, Ruddy Wangsawidjaja, menilai pihaknya selama ini telah aktif di pasar untuk mengatur kredit sindikasi terutama di industri perkapalan, tekstil, dan manufaktur.
"Kalau spesifik proyek infrastruktur, kami bantu Pelindo III. Mereka mengeluarkan surat utang luar negeri, Standard Chartered Indonesia sebagai salah satu pengatur transaksi itu," kata dia.
Dalam mengatur kredit sindikasi, Standard Chartered Indonesia berkomitmen akan melibatkan bank lokal. "Kredit sindikasi itu kan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan, mungkin pada waktu likuiditas dalam negeri seret," kata Ruddy.
Dia juga menjelaskan bahwa Standard Chartered berperan memperkenalkan klien-klien di Indonesia ke bank di luar negeri mengingat sumber pendanaan tidak bisa dari satu sumber.