Desa Wisata Kaki Langit Yogyakarta Masuk ke Dalam 50 Desa Wisata Terbaik

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 11 Oktober 2021 - 10:00 WIB

Produk Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Kaki Langit di Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta (Dok: Kemenparekraf)
Produk Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Kaki Langit di Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta (Dok: Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Desa Wisata Kaki Langit di Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam visitasi ke desa tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan meresmikan Pasar Semi Kaki Langit yang menghadirkan berbagai macam produk kuliner serta produk UMKM masyarakat, sehingga diharapkan dapat menunjang kebangkitan ekonomi masyarakat dan terciptanya lapangan kerja. 

"Sejak dibangun, pasar ini belum dibuka secara resmi karena pandemi. Ini menjadi sarana kita untuk dapat meningkatkan penghasilan serta membuka lapangan kerja sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Menparekraf Sandiaga Uno, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Keberadaan Desa Wisata Kaki Langit sebagai destinasi favorit wisatawan memang sudah lama dikenal. Desa wisata yang berada di Kecamatan Dlingo ini memiliki berbagai potensi. Bahkan bisa disebut paling lengkap karena dengan kreativitas masyarakat dan dukungan pemerintah setempat, Desa Wisata Kaki Langit mampu memberikan pengalaman wisatawan yang berkunjung secara lengkap. Mulai dari the sound, the taste, the feel, the smell. 

Salah satunya adalah Hutan Pinus Mangunan. Di atas lahan seluas 500 ha ini berdiri dengan rimbun pepohonan seperti mahoni, akasia, merkusii, kayu putih, dan pinus. Suasana hutan yang syahdu dijamin akan membuat siapapun betah berlama-lama. 

Untuk menambah daya tarik, hutan pinus ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gardu pandang juga deretan spot foto lainnya. Di tengah-tengah, terdapat amphiteater dengan deretan bangku kayu. Di sini penonton dapat melihat berbagai pertunjukan seni dan budaya khas setempat. Seperti Gejog Lesung, Cokean, Tarian Budi Astuti, Tarian Gambyong, dan lainnya. 

Desa Wisata Kaki Langit juga memiliki produk kreatif seperti kriya serta wisata edukasi seperti pembuatan jamu tradisional, edukasi rumah limas, dan lainnya. 

Untuk produk kuliner, wisatawan dapat menemukan berbagai olahan Olahan tradisional. Antara lain gudeg manggar, thiwul, kicak, cemplon, sayur bobor, sayur jambu mete, sambel terong, sambal bawang, sambal jenggot, sayur oyok-oyok, botok, sayur lompong, bledak, mie lethek, gudangan, pecel, dan lainnya. Deretan kuliner inilah yang nantinya juga akan disajikan di Pasar Semi Kaki Langit. 

Wisatawan yang ingin menginap, bisa memilih deretan homestay yang tersedia. Wisatawan juga bisa memilih naik jeep sebagai pilihan untuk menikmati Desa Wisata Kaki Langit. 

"Sekitar 400 lebih usaha baru tumbuh semenjak desa wisata ini berkegiatan. Jika dikali 4, berarti ada 1.600 masyarakat yang mendapatkan lapangan pekerjaan. Dengan semua itu, Desa Wisata Kaki Langit sudah memiliki omzet di atas Rp3 miliar. Oleh karena itu, saya tandatangani prasasti atas apa yang sudah dicapai Desa Wisata Kaki Langit Mangunan," kata Sandiaga. 

Namun Menparekraf Sandiaga Uno memberi perhatian khusus tentang sulitnya akses internet di lokasi ini. Saat tiba di Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Menparekraf Sandiaga yang ingin mengakses aplikasi PeduliLindungi sempat mengalami kesulitan. 

Padahal akses internet yang baik sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan berwisata wisatawan. 

"Gerak cepat, saya sudah hubungi Telkom dan akan langsung dilakukan survei dalam beberapa hari ke depan. Saya juga akan berkoordinasi dengan Kominfo karena ini (Desa Wisata Kaki Langit) adalah destinasi unggulan yang menopang destinasi super prioritas Borobudur, jadi harus memberikan fasilitas internet berkualitas," tukas Sandiaga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi usaha pendinginan ikan. (Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images)

Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:12 WIB

Wow Ekspor produk perikanan Indonesia ke Negeri Tirai Bambu Capai USD 890, Menteri Trenggono Genjot Ekspor

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan terus menggenjot nilai ekspor produk perikanan ke Tiongkok untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Wasono, bersama Si Bali, hewan kurban yang menjadi pilihan Presiden Jokowi untuk dikirim ke warga Umbulsariz Srimartani, Piyungan, Sabtu (17/7/2021). - Harian Jogja

Sabtu, 25 Juni 2022 - 11:52 WIB

Harap Simak! Pemerintah Sedang Siapkan Pengaturan Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Jakarta-Jelang Iduladha 1443 Hijriah, Kementerian Agama akan melakukan pengaturan terkait hewan kurban di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di tanah air.

Mantan Puteri Indonesia 2022 Melanie Putria (Foto: Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Sabtu, 25 Juni 2022 - 11:30 WIB

Jangan Tergiur Promo! Ini Tips Pilih Klinik Kecantikan ala Melanie Putria

Perawatan kulit saat ini menjadi tren di kalangan wanita maupun pria. Untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan terawat salah satu solusinya adalah melakukan perawatan ke klinik kecantikan.

Maulana Ardiansyah

Sabtu, 25 Juni 2022 - 10:56 WIB

Maulana Ardiansyah Penyanyi Spesialis Trending Topik di YouTube, Siap Menghibur Pewarta Hiburan

Penyanyi banyak trending topik Maulana Ardiansyah, dan salah satunya single terbarunya, Dermaga Biru kini tengah trending menyatakan kesiapannya untuk hadir pada acara Launching MARS Forwan…

Melalui PT Rahyang Moolah Internasional, Rahyang Coffee dari Jawa Barat Mendunia

Sabtu, 25 Juni 2022 - 10:01 WIB

Melalui PT Rahyang Moolah Internasional, Rahyang Coffee dari Jawa Barat Mendunia

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), produk kopi Indonesia pada tahun 2021 mencapai lebih dari 774 ribu ton. Hal itu menjadikan…