INDUSTRY.co.id - Jakarta - Telkomsel bersama dengan Huawei melakukan live demo pertama di Indonesia untuk teknologi 5G yang mampu menghasilkan kecepatan 70 Gbps. Teknologi 5G merupakan evolusi dari teknologi seluler yang mampu membuka kemungkinan tanpa batas bagi berbagai aplikasi yang melampaui sistem komunikasi saat ini.

Standarisasi teknologi 5G didesain untuk melayani tiga karakteristik ekstrem layanan seluler, yaitu Enhanced Mobile Broadband (eMBB), Massive Machine Type Communications (mMTC), dan Ultra-reliable and Low Latency Communications (uRLLC). Live demo kali ini berfokus pada karakteristik eMBB dengan menggunakan spektrum frekuensi 70 GHz.

Dengan menggelar demo ini, Telkomsel merupakan operator pertama di Indonesia yang menerapkan true eMBB pada teknologi 5G berkecepatan 70 Gbps yang melebihi spesifikasi teknis kecepatan minimal teknologi 5G berdasarkan IMT-2020 yang hanya sebesar 20 Gbps. Fitur teknologi 5G ini dipercaya mampu menghasilkan layanan wireless sekelas serat optik yang bisa digunakan untuk berbagai layanan baru.

Vice President Next Generation Network Telkomsel Ivan C. Permana mengatakan, “Melalui demo teknologi 5G ini, kita menyaksikan peningkatan performansi yang membuka berbagai peluang layanan dan aplikasi di masa depan. Kami akan terus menganalisa dan mengkaji 5G secara menyeluruh untuk ke depannya menjadi operator pertama di Indonesia yang menggelar layanan 5G secara komersial, seperti yang sudah kamil lakukan pada teknologi 4G.”

Ivan menambahkan, “Telkomsel selalu berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam teknologi dan inovasi untuk dapat selalu menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan dan membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia.”

Director of Wireless Network Solution Huawei Li Fei mengatakan, "Kami merasa terhormat untuk menjadi mitra Telkomsel dalam uji coba teknologi 5G, yang merupakan demo teknologi pertama 70 Gbps 5G secara live di Indonesia. Sebagai pemimpin dunia dalam bidang telekomunikasi, Huawei merupakan kontributor yang sangat aktif terhadap standardisasi dan pengembangan 5G. Kami akan terus menghadirkan teknologi terbaru dan paling relevan ke Indonesia dan membantu mitra kami Telkomsel untuk mempertahankan kepemimpinan mereka dalam bidang teknologi dan inovasi di Indonesia.”

Tiga karakteristik ekstrem layanan seluler mampu menyediakan beragam layanan yang menjadi kebutuhan masa depan. Contoh layanan dari karakteristik eMBB atara lain connected cloud computing, collaborative interactive education, immersive virtual reality, collaborative immerse gaming, dan always connected augmented reality. Smart city, smart utilities, smart agriculture, smart energy, fleet management, dan bike sharing adalah contoh layanan yang di-deliver mMTC. Sementara itu, contoh layanan yang dihasilkan uRLLC di antaranya autonomous driving, connected vehicles (V2X), drone delivery, dan industrial robotic automation (industry 4.0).

Sebelumnya Telkomsel bersama dengan Huawei telah melakukan uji coba pertama di Indonesia teknologi 3rd Generation Partnership Project (3GPP) Massive Internet of Things (IoT) dan teknologi Frequency Division Duplexing (FDD) Massive Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO). Uji coba tersebut merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT, sekaligus menandai dimulainya persiapan menuju penerapan teknologi 5G di Indonesia.