INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pengalamannya ketika bergabung ke dalam jajaran pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Advertisement

Bahlil menemukan ada investasi yang mangkrak senilai ratusan triliun rupiah.

“Waktu masuk ke pemerintah, investasi yang mangkrak itu Rp708 triliun. Ini sudah masuk, tapi tidak selesai-selesai,” kata Bahlil dalam acara “Forum Indonesia Bangkit Vol. 3” secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Advertisement

Menurut data Kementerian Investasi, saat ini, yang sudah difasilitasi sebanyak Rp517,6 triliun atau 73,1 persen dari total investasi yang mangkrak itu.

Ada empat hal yang menjegal kelancaran proses investasi di Indonesia. Salah satunya, kata Bahlil, menyangkut makhluk yang tak kasat mata. 

Advertisement

“Seperti hantu. Dapat dirasakan, tapi tidak bisa dipegang,” kata dia.

Bahlil juga tercengang ketika ada hambatan seperti itu. “Tidak ada instrumen aturan yang bisa mendeteksi. Yang kita rasakan, oh itu ada, ya? Tapi memang ‘barangnya’ ada,” kata dia.

Advertisement

Yang kedua adalah peraturan yang tumpang tindih di pemerintah kota/kabupaten dengan pemerintah pusat. Hambatan selanjutnya adalah masalah ego sektoral di kementerian/lembaga.

“Kami akui ada ego sektoral di kementerian/lembaga,” kata dia.

Yang keempat, lanjut Bahlil, adalah masalah konflik lahan. Bahlil mencontohkan persoalan tumpang tindih lahan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia yang berdiri di atas lahan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Dia menyebut nilai investasi Lotte ini cukup besar, yaitu US$4 miliar (Rp57,04 triliun).

“Misalnya, kasus Lotte di Cilegon. Sudah enam tahun nggak selesai karena konflik lahan dan perizinan. Kami begitu masuk, sebulan selesai. Itu investasinya US$4 miliar,” kata dia.