INDUSTRY.co.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan selain Bali, Batam dan Bintan juga akan dipersiapkan dalam uji coba pembukaan destinasi wisata. Untuk kesiapan destinasi tersebut akan dipastikan agar nantinya wisatawan merasa aman dan nyaman. 

Advertisement

"Destinasi selain Bali tentunya urutan berikutnya adalah Batam, Bintan, dan 18 destinasi wisata prioritas lainnya yang akan terus kami pantau," ungkapnya saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2021). 

Sementara, untuk destinasi wisata yang akan difokuskan persiapannya adalah seperti Kawasan Pariwisata Lagoi di Bintan dan Kawasan Pariwisata Nongsa Sensation di Batam.

Advertisement

"End to end CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) di Batam Bintan terus kami persiapkan," jelas Sandiaga.

Lebih lanjut, Menparekraf menjelaskan terkait respons dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) soal sertifikasi CHSE, dirinya telah menugaskan staf ahli di jajarannya untuk berkomunikasi dan berdiskusi lebih jauh tentang aspirasi yang disampaikan. 

Advertisement

"PHRI merupakan mitra utama Kemenparekraf, sehingga penting ada kesepahaman tentang standardisasi protokol kesehatan yang terangkum dalam CHSE yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi PeduliLindungi sebagai gold standard. Karenanya secara bersama-sama harus dapat dipatuhi dan dijalankan secara ketat dan disiplin di destinasi dan juga sentra-sentra ekonomi kreatif," tuturnya.

Sebelumnya, Sandiaga juga mengungkapkan bahwa Bali akan melakukan uji coba pembukaan untuk wisatawan mancanegara pada Oktober 2021. Adapun tiga lokasi yang sudah disiapkan sebagai pilot project uji coba pembukaan kembali tersebut, yaitu Sanur, Ubud, dan Nusa Dua. 

Advertisement

"Namun tentunya kita ingin seluruh destinasi wisata di Bali masuk dalam kategori zona hijau. Saat ini industri tengah menyiapkan paket-paket wisata adaptasi yang berkaitan dengan perluasan green zone," tukas Sandiaga Uno.