Developer Panen Kecaman, HIPMI Desak PLN Tanggung Biaya Investasi Penyambungan Listrik Baru Perumahan Subsidi

Oleh : Herry Barus | Selasa, 14 September 2021 - 12:57 WIB

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira
Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Para Investor atau Pengusaha dari Developer Perumahan Subsidi menuai banyak kecaman terhadap Biaya Investasi Penyambungan Listrik Baru pada Kawasan Perumahan Subsidi/FLPP, keluhan tersebut ditenggarai dari tanggungan Biaya Investasi atas Penyambungan Listrik Baru pada Kawasan Perumahan Subsidi tersebut.

Perusahaan Listrik Negara (Persero) tersebut meminta Biaya Investasi kepada para pengembang/ developer sebagai syarat untuk dialirkannya listrik.

Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira mengungkapkan bahwa seharusnya Biaya Investasi Penyambungan Listrik Baru untuk Perumahan Subsidi ditanggung oleh PLN (Persero), Karena Perumahan Subsidi dibeli khusus oleh Masyarakat yang Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sehingga apabila Biaya Investasi atas Penyambungan Listrik Baru ditanggung oleh Pihak Developer, maka akan berdampak terjadi kenaikan atau tambahan biaya yang dibebankan kepada para Konsumen.

Menurut Anggawira, dengan kejadian hal ini tidak sejalan dengan Program Pemerintah yaitu Satu Juta Rumah maka seharusnya hal ini menjadi perhatian penting bagi Pemerintah dalam memberikan kebijakan agar tepat sasaran serta menyelaraskan dengan Program Pak Jokowi tersebut (1jt Rumah).

“Kami sebagai perwakilan sekaligus Pengusaha Perumahan Subsidi (Developer) bertujuan ikut andil dalam pertumbuhan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. maka sudah seharusnya dalam berinvestasi diberikan kepastian, karena yang dialami kami dalam Penerapan Pembayaran Biaya Pembangunan Listrik Baru tidak sesuai dengan standar Permen ESDM Permen ESDM No. 27 Tahun 2017, yang menerangkan bahwa untuk penyambungan Daya Listrik Baru dikenakan biaya sebesar Rp. 1.218.000,-  sedangkan Tarif yang diberikan oleh PLN (Persero) dihitung secara rata-rata kurang lebih dikenakan sebesar Rp. 2.200.000,- sampai dengan Rp. 3.800.000,- per-unit,” kata Anggawira pada Senin (13/09/2021).

Anggawira menambahkan dengan kejadian ini atas Peningkatan Biaya Pemasangan Listrik Baru para pengusaha mengalami kesulitan dalam menentukan Operational Cost dalam Pemasangan Biaya Listrik tersebut, dan para pengusaha (pihak Developer) menganggap bahwa tidak adanya Kepastian dalam berinvestasi dan tidak transparansi kepada Para Pengusaha Perumahan Subsidi dengan terjadinya perbedaan tersebut, serta hal tersebut tidak sejalan dengan Program Pak Jokowi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi untuk diberikanKepastian dalam Investasi guna menunjang pertumbuhan investasi dan ekonomi.

“Pihak PLN (Persero) menyampaikan kepada kami bahwa dalam melaksanakan Penyambungan Listrik Baru dikenakan Biaya Investasi yang mana ditanggung oleh Pihak Developer. Oleh karena itu, kami keberatan dengan Biaya Investasi tersebut, seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada kami khususnya bagi Para Pengusaha Perumahan Subsidi,” beber Anggawira.

Anggawira juga mengatakan sebaiknya Pihak PLN (Persero) mengevaluasi dalam model bisnis atau mencari formulasi yang tepat agar dapat memberikan kepastian investasi bagi para pelaku usaha yang khususunya bagi Perumahan Subsidi, karena secara harfiah Investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu.

“Apabila kami diminta untuk menanggung atas Biaya Investasi tersebut kami mengharapkan adanya imbal hasil dari Biaya Investasi tersebut, namun prakteknya kami tidak mendapatkan hal tersebut,” tutup Anggawira.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Berinternet (Ist)

Rabu, 22 September 2021 - 16:30 WIB

Pengguna Internet, Harus Ketahui Pelanggaran Hak Cipta di Era Digital

Hak cipta di era digital ini sangat rentan mengalami pelanggaran. Namun kebanyakn terjadi bukan karena yang bersangkutan ingin melanggar tapi karena banyaknya informasi mengenai hak cipta yang…

PON XX Papua

Rabu, 22 September 2021 - 16:30 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani Berharap PON XX Seperti Asian Games

Dengan persiapan PON yang hampir 100 persen, pagelaran olahraga dunia, Asian Games juga menjadi cerminan PON bisa berhasil tahun ini. Seperti yang diceritakan oleh Ketua DPR, Puan Maharani.…

PTPP Lakukan Pemancangan Tiang Pertama SPAM Lintas Kota

Rabu, 22 September 2021 - 16:11 WIB

PTPP Lakukan Pemancangan Tiang Pertama SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar

Salah satu perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk, melalui anak usaha dan cucu usaha yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur (PP Infra) dan…

Imunisasi pada Anak (Foto Dok Halodoc)

Rabu, 22 September 2021 - 16:00 WIB

Imunisasi Anak Penting, Telekonsultasi Dapat Dimanfaatkan

Melaksanakan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19 merupakan hal baku untuk tetap dipatuhi. Namun, jika jadwal imunisasi pada anak akan berlangsung, tentu hal tersebut harus dipenuhi para…

Aplikasi Media Sosial (Ist)

Rabu, 22 September 2021 - 15:50 WIB

5 Hal yang Perlu diketahui Sebelum Posting di Medsos

Dari 275 penduduk Indonesia, sebanyak 202,6 juta telah menggunakan internet dengan 170 juta di antarany telah aktif di media sosial. Hal yang mengagetkan, jumlah gadget atau perangkat mobile…