Kabar Baik dari Kemenkes dan PDGI! Masyarakat Kini Bisa Tenang Obati Gigi dan Mulut yang Sakit Tanpa Takut Terpapar Covid-19

Oleh : Candra Mata | Senin, 13 September 2021 - 11:31 WIB

Ilustrasi perawatan gigi (ist)
Ilustrasi perawatan gigi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Saraswati, MPH mengatakan prevalensi permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terbilang masih sangat tinggi.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit (45,3%). 

Sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan atau keluar bisul (abses) sebesar 14%.

''Dari 57,6% penduduk bermasalah kesehatan gigi dan mulut, ternyata yang mengakses pelayanan kesehatan gigi hanya sekitar 10,2%,'' kata dr. Saraswati, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangan resminya pada Senin (13/9/2021).

Masalah kesehatan gigi dan mulut ini menurut Saraswati membutuhkan perawatan ke fasyankes. Hal ini guna mendapatkan penanganan medis yang komprehensif. 

Namun demikian, situasi pandemi COVID-19 turut berdampak pasa terganggunya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Hal ini disebabkan oleh ketakutan pasien terhadap potensi penularan COVID-19, mengingat dalam tindakan kedokteran gigi turut menggunakan aerosol yang sangat terkait dengan penularan COVID-19. 

"Akibatnya, jumlah kunjungan pasien ke fasyankes terus menurut di masa pandemi sekarang ini. Penurunannya terasa sekali," ungkapnya.

"Karena memang efek atau tingkat keterpaparannya sangat berisiko tinggi, kalau mulut terbuka virusnya sudah pasti ada," tandas Saraswati.

Sementara itu, Ketua PB PDGI, Dr. RM Sri Hananto Seno, drg., Sp.BM(K)., MM menegaskan bahwa saat ini para dokter gigi sudah punya aturan yang tegas.

"Bahwa pada saat pandemi COVID-19 diimbau untuk tidak melakukan praktik dulu mengingat sudah banyak dokter gigi yang gugur saat memberikan pelayanan,'' kata Sri Hananto Seno.

Berdasarkan data Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), per Maret 2021 tercatat ada 396 dokter gigi yang terpapar COVID-19 tersebar di Puskesmas 199 orang, di RS 92 orang, di Klinik 36 orang dan praktik mandiri 35 orang.

''Menurut data dari PDGI ada sebanyak 94 dokter gigi yang sudah gugur karena terpapar COVID-19 karena memberikan pelayanan baik di level Puskesmas, RS maupun pelayanan mandiri,'' terang Hananto.

Menurutnya, sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19 pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut, Kementerian Kesehatan bersama PDGI telah menerbitkan petunjuk teknis (Juknis) baru Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Juknis tersebut mengatur mulai dari tahap penerimaan pasien, sebelum kunjungan, saat kunjungan dan setelah selesai kunjungan di fasyankes.

''Jadi bukan hanya kepada protokol kesehatan, tetapi juga harus ada tahapan-tahapan pada saat kunjungan ke fasyankesnya. 4 tahapan ini juga untuk mengurangi tentunya keterpaparan COVID-19,'' tutur Hananto.

Tak hanya itu, bahkan demi menjawab kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan gigi dan mulut terutama di masa pandemi COVID-19, kini telah dikembangkan layanan teledentistry yang bisa dimanfaatkan oleh pasien untuk berkonsultasi dengan dokter gigi, tanpa harus bertatap muka secara langsung.

"Dengan terbitnya juknis dan layanan teledentistry ini, saya berharap dapat meminimalisir risiko penularan COVID-19 di fasilitas layanan kesehatan gigi dan mulut," pungkas Dr. RM Sri Hananto Seno.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KemenkopUKM jalin kerja sama dengan Kementerian UKM dan Startup Korea

Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WIB

Dorong Startup Naik Kelas, KemenkopUKM Gandeng Kementerian UKM dan Startup Korea

Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia bersama dengan Ministry of SMEs and Start-up Korea dan ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) bekerjasama dalam Ecothon Indonesia 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Rabu, 22 September 2021 - 15:05 WIB

Ancaman Kejahatan Siber dan Perlindungan Korbannya di UU ITE

Kejahatan siber yang menargetkan komputer, internet, jaringan, dan teknologi merupakan segala kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan sarana, sistem dan jaringan komputer seperti perdagangan…

Tanaman jagung

Rabu, 22 September 2021 - 15:01 WIB

Stok Jagung Ada, Segera Perbaiki Tata Kelola Perdagangan dan Jalur Distribusi

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat Taufik Amrullah mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional termasuk yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menjaga produksi…

PT Uni-Charm Indonesia raih Sertifikat PEFC-CoC

Rabu, 22 September 2021 - 15:00 WIB

Uni-Charm Indonesia Raih Sertifikat PEFC-CoC

PT Uni-Charm Indonesia Tbk berhasil mendapatkan sertifikasi Chain of Custody (CoC) - Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) untuk produk ekspor popok bayi di 2 pabrik pada…