Industri Alas Kaki Indonesia Peringkat Kelima Dunia

Oleh : Robert Barus | Minggu, 28 Mei 2017 - 14:24 WIB

Produksi Alas Kaki (Foto BBC.com)
Produksi Alas Kaki (Foto BBC.com)

INDUSTRY.co.id - Pertumbuhan alas kaki didorong karena tren fashion yang cepat berkembang. Pada tahun 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10 persen ke pasar dunia.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawanigsih kepada INDUSTRY.co.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu, mengatakan, industri alas kaki menyumbang sekitar 0,28 persen terhadap penerimaan negara. Untuk itu, Kemenperin aktif memacu produktivitas dan daya saing para pelaku IKM sektor ini agar bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memperluas pasar ekspor.

Gati mengungkapkan, untuk sektor industri alas kaki, Indonesia berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai eksportir di dunia setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brasil. Kemudian,market share-nya di pasar internasional mencapai 4,4 persen. Bahkan, berdasarkan data Trade Map, pertumbuhan ekspornya positif dari USD 4,85 miliar pada tahun 2015 atau naik 3,3 persen menjadi USD 5,01 miliartahun 2016.

Peningkatan kinerja ekspor alas kaki Indonesia tersebut melebihi pertumbuhan nilai ekspor dunia yang hanya sekitar 0,19 persen. Hal ini menunjukkan bahwa produk alas kakidalam negeri memiliki daya saing di atas rata-rata dunia, paparnya.

Industri alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi merupakan sektor strategis dan menjadi prioritas untuk terus dikembangkan karena mampu memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut, dibuktikan melalui capaian produk domestik bruto (PDB) kelompok industri ini yang naik dari Rp31,44 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp35,14 triliun tahun 2016.

Gati mecontohkan, Ekuator, sepatu premium lokal berkualtas internasional diyakini mampu menembus pasar global ke depannya, Sepatu yang dirintis oleh Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) initelah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Pada akhir tahun 2017, Ekuator akan hadir pada salah satu trade show bergengsi di benua Eropa, tuturnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E Ratna Utarianingrum menyampaikan, pertumbuhan alas kaki didorong karena tren fashion yang cepat berkembang. Pada tahun 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10 persen ke pasar dunia. Kami optimis bisa tercapai karena seiring dengan pertambahan penduduk, maka semakin tinggi kebutuhan sepatu, ucapnya.

Ratna menuturkan, industri alas kaki nasional lebih banyak dihasilkan oleh industri besar dan menengah baik dari segi nilai maupun dalam jumlah produksi. Untuk sebaran industri kecil dan mikro alas kaki di seluruh Indonesia, sebanyak 82 persen berada di provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Konsentrasi sektor tersebut di wilayah Jawa Barat, meliputi Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya. Sedangkan, Jawa Timur, berada di Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan.

Namun untuk industri penyamakan kulit di dalam negeri, tantangan yang tengah dihadapi saat ini, di antaranya adalah kekurangan bahan baku kulit mentah. Pasalnya, pasokan dari domestik baru memenuhi sekitar 36 persen dari total kapasitas industri penyamakan kulit. Itupun kualitas bahan bakunya masih perlu ditingkatkan lagi untuk proses produksi selanjutnya, ungkap Ratna.

Selain itu, prosedur karantina untuk kulit dan pembatasan asal negara impor kulit juga menjadi kendala lainnya. Kemudian, tingginya ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan aksesoris, sehingga kenaikan kurs dollar juga sangat berpengaruh terhadap struktur biaya produksi alas kaki, sebutnya.

Untuk lebih meningkatkan daya saing industri alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi dalam negeri, Kemenperin memberikan fasilitasi pendampingan dan restrukturisasi mesin kepada industri. Selain itu, Kemenperin juga menyusun program pendidikan vokasi industri untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Kami telah berkerja sama dengan perusahaan alas kaki dan garmen untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dapat langsung terserap oleh dunia industri, imbuh Ratna.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum terpilih BPP HIPMI 2019-2022, Mardani H. Maming saat berada di Munas HIPMI XVI di hotel sultan Jakarta

Jumat, 20 September 2019 - 00:27 WIB

Anak Kepala Desa Ini Pimpin HIPMI

Jakarta-Musyawarah Nasional (MUNAS) XVI Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang diselenggarakan pada tanggal 16-17 September 2019 dalam rangka pemilhan ketua…

Untuk memenuhi kebutuhan alat berat tersebut,pada tanggal 17 September 2019,SEAM Group mengadakan penandatanganan kerjasama dengan XCMG Mining Machinery Co

Kamis, 19 September 2019 - 23:07 WIB

Perkuat Infrastruktur, Seam Group Gandeng BUMN China dalam Pengadaan Alat Berat

Jakarta-PT Sumber Energi Alam Minera (.SEAM.) adalah grup usaha dengan bisnis utama infrastruktur dan energi terpadu berlokasi di Kalimantan dan Subang, Jawa Barat

Festival Tanjung Lesung Siap Digelar

Kamis, 19 September 2019 - 21:45 WIB

Targetkan Ribuan Pelancong, Festival Tanjung Lesung Siap Digelar

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan PT. Banten West Java, sebagai pengelola KEK Pariwisata Tanjung Lesung resmi…

HPB Gelar Konferensi Skala Besar di Surabaya

Kamis, 19 September 2019 - 21:12 WIB

Gelar Konferensi Skala Besar di Surabaya, HPB Kian Agresif Incar Pasar Indonesia

Dalam rangka menstimulasi adopsi teknologi Blockchain di Asia Tenggara, HPB menyelenggarakan event skala besar di Surabaya. Event ini berhasil menarik 300 pengunjung dari kalangan pebisnis lokal,…

Jababeka Berikan Pengobatan Gratis di Desa Mekarmukti

Kamis, 19 September 2019 - 20:52 WIB

Jababeka Berikan Pengobatan Gratis di Desa Mekarmukti

Pengobatan Gratis merupakan salah satu Program CSR Jababeka Bersahabat (Jabat Sehat) di bidang Kesehatan yang diperuntukkan bagi warga yang berada di desa sekitar Kawasan Jababeka.