INDUSTRY.co.id - Menurut survei yang dilakukan oleh online travel agent (OTA) Pegipegi, terbukti bahwa 62 responden pernah melakukan traveling selama masa pandemi sebanyak minimal 1 kali.
Dalam pernyataan tertulis melalui rilis yang diterima Industry.co.id, Pegipegi melakukan survei kepada lebih dari 1.000 pelanggannya pada 22 hingga 29 Juli 2021. Survei ini dilakukan untuk mengetahui kebiasaan traveling masyarakat setelah lebih dari satu tahun pandemi. Mulai dari adaptasi, preferensi, hingga kebiasaan baru yang muncul untuk melakukan traveling secara aman saat pandemi.
Hasilnya, memperlihatkan banyak temuan menarik dari kebiasaan baru masyarakat di tengah pandemi ini. Terbukti empat dari lima orang melakukan traveling selama pandemi sudah melakukan vaksinasi minimal dengan dosis pertama.
"Masyarakat yang melakukan traveling ini mayoritas didorong oleh tujuan untuk berwisata sebanyak 63 persen, lalu dilanjutkan oleh kunjungan keluarga sebesar 50 persen dan sisanya merupakan perjalanan bisnis. Wisata ini pun lebih banyak dilakukan dengan destinasi ke luar kota 87 persen dibandingkan dengan di dalam kota 38 persen dan luar negeri 3 persen," tulis laporan tersebut.
Selain itu, adapun perubahan kebiasaan dapat terlihat dari kecenderungan masyarakat dalam memilih transportasi sebelum dan setelah pandemi.
Sebelum pandemi, pertimbangan terbesar dalam memilih transportasi adalah harga serta kenyamanan. Namun, setelah pandemi, pertimbangan pertama merupakan bagaimana transportasi tersebut menerapkan protokol kesehatan, lalu disusul oleh harga dan kenyamanan.
Sementara, untuk pemilihan akomodasi juga turut berubah. Sebelum pandemi, poin utama yang dipertimbangkan adalah harga lalu disusul oleh lokasi dan fasilitas. Sedangkan di masa pandemi, masyarakat lebih mengutamakan hotel yang menerapkan protokol kesehatan, disusul oleh harga, dan pemilihan area yang minim kasus Covid-19. Fakta ini memperlihatkan bahwa harga tidak lagi menjadi prioritas utama saat memesan transportasi serta akomodasi.
Dari perubahan ini, dapat dibuktikan terdapat behaviour shifting ketika melakukan traveling. Ditemukan bahwa 99,9 persen kebiasaan baru masyarakat selama pandemi adalah memperhatikan kebersihan di hotel atau destinasi wisata.
Fakta ini dibarengi dengan kebiasaan baru masyarakat yang paling sering dilakukan saat traveling yaitu, memperhatikan kebersihan dengan mencuci tangan, sanitasi barang serta mandi saat sampai hotel 81 persen. Disusul oleh kebiasaan untuk selalu membawa hand sanitizer 61 persen dan melakukan 5M 58 persen.
Terlepas dari masyarakat yang masih melakukan traveling di tengah pandemi, terdapat juga masyarakat yang masih enggan untuk bepergian.
"Sebanyak 38 persen responden memilih untuk tidak melakukan traveling. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran yang tinggi. Meskipun mayoritas sudah melakukan vaksinasi, namun masih ada rasa takut terpapar Covid-19 ketika melakukan perjalanan," jelas laporan tersebut.