INDUSTRY.co.id - Selain keindahan alam Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga mempunyai produk ekonomi kreatif, yakni kain sasirangan. Ya, kain sasirangan merupakan kain adat Indonesia yang berasal dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan.
Nama sasirangan diambil dari kata menyirang. Hal ini merujuk pada cara membuat kain sasirangan yang melalui proses menjelujur menggunakan perintangan dan pewarnaan.
Dalam kunjungannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, optimis kain sasirangan khas masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mampu membangkitkan perekonomian di Kalimantan Selatan.
Ia menyampaikan bahwa kain sasirangan memiliki potensi yang besar membangkitkan perekonomian Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Kalau kita lihat buat sasirangan ini susah buatnya. Jadi kalau lihat sasirangan ini kita harus jadi rombongan yang enggak boleh boleh nawar-nawar dan langsung beli," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Menurut cerita adat, kain nusantara ini berasal dari abad ke-12. Kain sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis untuk pengobatan dan perlindungan roh-roh jahat. Hal inilah yang memengaruhi pewarnaan kain sasirangan.
Seperti jika akan digunakan untuk mengobati penyakit kuning, maka warna kain juga dibuat kuning. Dan meski punya warna-warna cantik nan mencolok, semua bahan pewarna kain sasirangan diambil dari alam, seperti kunyit, jahe, biji buah gandaria, dan kulit rambutan.
Sandiaga mengatakan, produk sasirangan memiliki keunikan yang berdaya saing tinggi. Ia mengapresiasi ibu-ibu Mekar yang juga merupakan perajin kain sasirangan.
"Kita harus fokus, saya yakin produk ekonomi kreatif di Kalimantan ini adalah sasirangan. Kita lihat Kalimantan Selatan ingat sasirangan, ingat Banjarmasin Selatan ingat sasirangan. Seperti ibu-ibu di Mekar ini yang dalam waktu 5 tahun mendapatkan 10 juta akses permodalan," jelas Sandiaga.
Sandiaga menjelaskan, hadirnya Permodalan Nasional Madani dengan layanan permodalan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya. Sehingga turut membangkitkan perekonomian nasional.
"PNM sudah hadir dengan permodalan, saya yakin ini akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Total di Mekar ini sudah 10 juta dalam 5 tahun, ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Dan di 17 Agustus lalu tembus 10 juta. Jadi kita semua mendukung. Setuju ya ibu-ibu, mudah-mudahan ini tambah sukses ke depan," tukasnya.