INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyampaikan kabar baik untuk putra-putri terbaik Indonesia yang berkeinginan menjadi abdi negara.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah resmi membuka pelaksanaan Seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021.

Untuk itu, Ia mengingatkan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelaksanaan SKD CPNS ini sesuai aturan dan persyaratan yang telah ditentukan.

Selain itu peserta juga harus berhati-hati terhadap praktik calo.

“Tiap tahun pasti ada calo. Hati-hati terhadap calo!” tegas Tjahjo dalam keterangannya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (3/9).

Pasalnya, tingginya minat masyarakat untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) membuat hal tersebut sebagai “lahan basah” bagi sejumlah oknum untuk mencari korban, terutama di masa pengadaan ASN seperti saat ini.

Oleh karena itu, Menteri PANRB ini juga meminta kepada kantor regional dan unit pelaksana teknis (UPT) BKN untuk turut mengingatkan kepada peserta, orang tua, dan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi penipuan yang dilakukan calo.

 “Sudah ditekankan ke semua teman-teman di daerah pelaksana bahwa (pelaksanaan seleksi) harus konsisten, hati-hati dalam menjelaskan serta berikan pemahaman secara jelas, adil, dan akurat,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan terkait vaksinasi dan swab RT-PCR atau rapid test antigen yang disyaratkan kepada para peserta SKD.

Bima Haria menegaskan, syarat vaksin setidaknya dosis pertama hanya diberlakukan bagi peserta di Jawa, Madura, dan Bali.

Sedangkan di daerah lain, ditentukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di daerah tersebut.

Sedangkan untuk swab RT-PCR atau rapid test antigen wajib dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19 di saat seleksi dilaksanakan.

“Kami menyadari vaksin itu belum merata di seluruh Indonesia. Tapi kalau swab itu wajib karena kita tidak hanya menjaga peserta, tapi juga panitianya,” ujar Bima

Bima menambahkan, di beberapa kabupaten/kota yang melakukan pengadaan ASN harus dibarengi dengan pembukaan Puskesmas agar bisa digunakan untuk swab antigen gratis dengan menunjukkan kartu peserta ujian dan kartu tanda penduduk (KTP). 

“Jadi mereka (pemerintah daerah) ingin melayani masyarakat sebaik mungkin sehingga mereka dibebaskan untuk antigen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pelaksanaan SKD CPNS 2021 dilaksanakan di Kantor Regional BKN, Kantor UPT BKN, serta di beberapa titik lokasi mandiri BKN yang tersebar di Indonesia. 

Untuk memastikan pelaksanaan SKD transparan dan akuntabel, para peserta dan masyarakat umum bisa mengakses kanal YouTube Official CAT BKN yang telah disediakan.

"Sehingga peserta dan masyarakat umum dapat melihat live score para peserta SKD CPNS 2021," pungkasnya.