Semester I 2021, Bank Neo Commerce Catat Rugi Bersih Sebesar Rp132 Miliar

Oleh : Hariyanto | Senin, 30 Agustus 2021 - 09:46 WIB

 Bank Neo Commerce
Bank Neo Commerce

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam laporan keuangan semester I 2021, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 3,8 triliun per posisi Juni 2021 atau meningkat lebih dari 30% dibandingkan Juni 2020 yang sebesar Rp 2,9 triliun. Peningkatan ini berimbas pada kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) sebesar 42% atau setara dengan Rp40 miliar, dari Rp96 miliar di periode Juni 2020 menjadi Rp136 miliar di Juni 2021.

Di sisi Aset juga terdapat kenaikan yang signifikan, sebesar 75%, dari Rp4 triliun di Juni 2020 menjadi Rp7 triliun di Juni 2021. Kenaikan di sisi Aset tersebut juga dimotori oleh kenaikan signifikan di sisi perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK di Juni 2021 tercatat sebesar Rp5,1 triliun, meningkat sedikitnya 70% dibandingkan perolehan di Juni 2020 yang sebesar Rp3 triliun.

Seiring dengan makin lajunya proses tranformasi BNC menjadi bank digital di tahun 2021, maka besaran angka investasi dan pos-pos biaya tertentu juga meningkat. Investasi dalam teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia dan juga biaya promosi serta akuisisi nasabah baru (user acquistion cost) menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

Besaran angka beban operasional BNC pada paruh pertama tahun 2021 ini meningkat sangat signifikan, yaitu dari Rp76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp268 miliar per Juni 2021. Hal tersebut sedikit banyak mengkontribusikan dibukukannya Rugi sebelum pajak sebesar Rp132 miliar di paruh pertama 2021.

Di sisi rasio keuangan, per Juni tahun ini rasio kredit bermasalah terhadap total kredit (Non Performing Loan) bank mengalami kenaikan menjadi 3,42% dari posisi Juni 2020 yang sebesar 2,75%. Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) mencapai 74,46% turun dari posisi 97,94% pada Juni 2020 lalu.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, mengatakan bahwa penurunan laba bersih lebih banyak disebabkan karena transformasi untuk menjadi bank digital. Perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi di sisi teknologi, pengembangan sumber daya dan juga pengembangan aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk di dalamnya biaya promosi.

Salah satu faktor yang menjadi penggerak utama peningkatan biaya operasional adalah sejak satu tahun terakhir, setelah resmi mengumumkan transformasi menjadi bank digital, BNC aktif melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus BNC bangun secara serius.

“Sejak awal tahun 2021, kami juga sangat serius membangun kultur perusahaan yang kredibel, luwes, dan nyaman. Dengan semangat Banking, Above and Beyond, kami ingin membangun bank digital yang lebih dari sekadar bank, tapi lebih dari itu yang tercermin melalui layanan dan produk perbankan kami yang inovatif.” ungkap Tjandra yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (30/8/2021).

“Faktor lainnya adalah dalam pengembangan menjadi bank digital, dan sejalan dengan nilai inti dari perusahaan melalui nilai ‘Always Neo’, BNC juga harus membekali diri dengan talenta-talenta baru yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan yang ahli di bidangnya. Di semester I, salah satu fokus kami adalah merekrut talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Kami mengubah mindset kami yang sebelumnya bank konvensional selama puluhan tahun, menjadi bank digital yang luwes, adaptif, dan inovatif, dan hal tersebut harus tercermin melalui sumber daya manusia yang kami miliki,” jelas Tjandra.

BNC mencatat pertumbuhan signifikan di semester I 2021 yang ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan yang ditawarkan BNC.

“Kami bersyukur, kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan kami meningkat pesat, hingga kini sudah lebih dari enam juta pengguna yang sudah merasakan layanan bank digital yang kami tawarkan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang kami lakukan, utamanya melalui berbagai kampanye promosi dan edukasi akan bank digital,” tambah Tjandra.

Tjandra lebih lanjut mengatakan bahwa sebelumnya Bank Neo Commerce mengalami penurunan laba bersih di semester I tahun 2021 lebih karena disebabkan faktor investasi dalam teknologi dan keamanan digital.

"Sejalan dengan new digital user growth, maka tentunya akan ada pos-pos biaya yang meningkat secara linear dengan pertumbuhan digital user kami tersebut. Kami menilai hal ini masih sesuatu yang wajar, seluruh pengeluaran dari perusahaan selalu berdasarkan penilaian dan peninjauan yang cermat serta proyeksi jangka panjang yang matang, sehingga kami bisa membuat BNC menjadi bank digital yang didukung dengan teknologi dan keamanan yang mumpuni," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Parfum Summerscent

Rabu, 29 Juni 2022 - 22:30 WIB

Summerscent Hadirkan Wewangian Mewah dengan Harga Terjangkau

Dalam beberapa tahun terakhir, produk wewangian atau parfum lokal mulai menjamur dan tengah digandrungi oleh masyarakat. Banyak brand wewangian lokal yang menarik perhatian, salah satunya Summerscent.…

Webinar Jamkrindo preneur

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:49 WIB

Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo), perusahaan penjaminan kredit terbesar di Indonesia, menyelenggarakan Coaching Clinic Jamkrindopreneur…

Depot air isi ulang

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:32 WIB

Asosiasi Depot Air Minum: Label BPA Bantu Pertumbuhan UMKM.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok dan Distributor Depot Air Minum Indonesia (APDAMINDO) —induk organisasi 60.000 depot air minum di Indonesia, Budi Darmawan, menepis isu pelabelan Bisfenol A atau…

Cisco Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dalam Best Workplaces Indonesia tahun 2022

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:29 WIB

Great Place to Work Indonesia Berikan Penghargaan kepada Perusahaan dengan Budaya Tempat Kerja Terbaik

Jakarta-Great Place to Work® adalah otoritas global dalam budaya tempat kerja, mengumumkan daftar perdana Certified™ dan 10 Best Workplaces™ terbaik pada acara Indonesia Best Workplaces…

Ilustrasi Kwitansi

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:12 WIB

Pengertian dan Cara Menggunakan Kwitansi dalam Melakukan Transaksi Keuangan

Pengertian kwitansi adalah salah satu dokumen bukti transaksi keuangan. Mengenai transaksi keuangan, mungkin sejak kecil kita sudah biasa melakukannya. Seperti ketika kita membeli jajan di pedagang…