INDUSTRY.co.id - Jakarta – Masih dalam atmosfir perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 76 Republik Indonesia (RI), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia yang telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 554 km Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), serta Jalan Tol Akses Tanjung Priok dan JORR Seksi S di Pulau Jawa, terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimasi implementasi pelayanan di jalan tol yang dikelola.

Advertisement

Salah satunya yakni dengan keseriusan perusahaan dalam memberikan pelayaan yang maksimal serta kinerja dari operasional jalan tol yang terus membaik dari tahun ke tahun sehingga dapat memberikan kepuasan pelanggan dari berbagai aspek yang ada melalui capaian Customer Satisfaction Index (CSI) yang meningkat.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro menyampaikan bahwa dari hasil survey kepuasan pelanggan tahun 2020 yang dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero) (Sucofindo), CSI jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya kembali meningkat dari tahun sebelumnya. “Setelah dilakukan survey oleh Sucofindo, CSI jalan tol Hutama Karya periode tahun 2020 mencapai 92,6% atau setara dengan 4,64 (Skala 1-5), setelah sebelumnya pada tahun 2019 CSI kami yakni 89,6% atau setara dengan 4,48. Kami berharap hasil survey tahun ini, CSI jalan tol Hutama Karya dapat kembali meningkat mengingat banyaknya upaya dan inovasi yang terutama terkait penanganan Covid-19,” tutur Koentjoro.

Advertisement

Dari sisi keamanan dan keselamatan, Hutama Karya terus melakukan sosialisasi keselamatan berkendara di jalan tol melalui kampanye bertajuk Selamat Sampai Tujuan (SETUJU) yang diluncurkan sejak 24 Desember 2019. Kampanye tersebut secara berkelanjutan masih dilakukan di setiap ruas tol, baik melalui media sosial maupun media luar ruang seperti flyer, spanduk, baliho, dan VMS. Tak hanya itu, pada (8/07) Hutama Karya juga meluncurkan video keselamatan berkendara untuk Ruas Pekanbaru – Dumai yang masih terbilang baru, sebagai pelopor dari kampanye SETUJU, Hutama Karya mengharapkan kampanye tersebut dapat terusberlanjut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ingin melintasi tol mengenai tata cara berkendara di jalan tol khususnya di JTTS, mengingat ruas-ruas tol baru yang ada di JTTS mayoritas merupakan jalan tol pertama yang ada di daerahnya masing-masing sehingga pemahaman tersebut perlu untuk terus diberikan.

Hutama Karya juga terus melakukan inovasi untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ditemukan di lapangan, salah satunya yakni dengan berinovasi mencetuskan Operasi Microsleep / Mengantuk pertama di Indonesia. Operasi mengantuk atau Microsleep ini pertama kali dilaksanakan di JTTS Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung menjelang akhir tahun 2020, tepatnya pada Sabtu (5/9/2020) dengan menggandeng pihak Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Lampung.

Advertisement

Dalam Operasi Mengantuk ini, kendaraan yang melintas dialihkan ke Rest Area terlebih dahulu dengan bantuan Petugas PJR dan petugas lalu lintas tol, kemudian setelah itu dilakukan pengecekan kondisi fisik pengemudi dan dilakukan survey singkat untuk mengetahui apakah pengemudi tersebut dalam keadaan normal atau tidak.

Pengemudi yang didapati mengantuk atau kondisi kurang fit akan diminta untuk beristirahat terlebih dahulu di Rest Area sekitar 1-2 jam dan diberikan makanan ringan serta kopi agar pengemudi tetap terjaga.

Advertisement

Sambil beristirahat, dilakukan juga pengecekan kondisi kendaraan pengemudi oleh petugas seperti memastikan kondisi ban dalam keadaan baik dan lampu belakang kendaraan menyala dengan baik.

Lebih lanjut Koentjoro juga menambahkan bahwa dengan adanya Operasi Microsleep / Mengantuk ini, terbukti dapat menurunkan jumlah kecelakaan yang terjadi. “Setelah konsisten dilakukan Operasi Microsleep tersebut, kami mencatat penurunan kecelakaan hingga lebih dari 50% khususnya yang diakibatkan oleh Human Error seperti pengemudi mengantuk atau kondisi kendaraan yang rusak. Kegiatan ini akhirnya kami implementasikan di ruas lain secara berkala demi mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan antara lain mengantuk dan atau kelelahan fisik, selain itu juga ada Operasi Simpatik pembagian kopi dan permen yang secara berkala dilakukan di jam-jam rawan mengantuk seperti pukul 02.00 WIB ke atas,” tambah Koentjoro.

Pelayanan optimal yang dilakukan Hutama Karya ini juga tidak terlepas dari komitmen perusahaan untuk membantu pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Hutama Karya memperketat Protokol Covid-19 di seluruh ruas tol yang dikelolanya.

Salah satunya yakni dengan cara mewajibkan petugas tol untuk menggunakan masker, faceshield dan sarungtangan serta melakukan tes rutin kepada petugas untuk memastikan bahwa petugas terbebas dari Covid-19.

Selain itu, berbagai aksi simpatik juga telah dilakukan perusahaan mulai dari pembagian masker, handsanitizer dan tongkat tol kepada pengguna jalan, melakukan pembatasan jumlah personil yang melakukan work from office (WFO), melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di gedung kantor, gerbang tol maupun rest area, hingga menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer di berbagai sudut pada rest area.

“Demi membantu pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, kami juga mendirikan pos kesehatan yang berada di Rest Area agar pengguna jalan yang beristirahat dapat mengecek kondisi kesehatannya secara gratis. Terakhir, kami memastikan bahwa seluruh karyawan kami di setiap ruas tol telah divaksinasi Covid-19 secara penuh, sehingga dapat meningkatkan pelayanan optimal bagi pengguna yang akan melintas” tutup Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya.

Hutama Karya berkomitmen untuk terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik di jalan tol yang dikelolanya dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan dari pengguna jalan tol. Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta memastikan menggunakan satu kartu Uang Elektronik (UE) hanya untuk satu kendaraan pada sistem tertutup, memastikan kecukupan saldo UE sebelum melintas di jalan tol. Apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE, dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana didalamnya terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE.

Melaporkan ke Call Centre masing-masing Cabang Tol apabila terjadi tindak kejahatan yangada di jalan tol maupun rest area serta selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan membatasi diri untuk keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak.