BlueScope Indonesia-PT Krakatau Steel Perpanjang Kerja Sama

Oleh : Herry Barus | Jumat, 26 Mei 2017 - 03:32 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Cilegon- PT NS BlueScope Indonesia dan PT Krakatau Steel Tbk menandatangani perjanjian untuk memperpanjang kerja sama kedua perusahaan yang telah terjalin selama 23 tahun untuk produksi baja lapis ringan.

"Sebaai pelopor industri baja lapis ringan di Indonesia, kami saat ini telah memiliki dua pabrik yang berlokasi di Cilegon dan Cibitung dengan kapasitas 350.000 MT. Keberhasilan kami berkat dukungan PT Krakatau Steel Tbk sebagai pemasok utama bahan material," kata Presiden Direktur PT NS BlueScope Indonesia, Simon Linge di Jakarta, Rabu (24/5/2017)

Permintaan baja lapis di Indonesia telah mencapai 1.300.000 ton, dimana produsen baja lapis baru dapat memenuhi sekitar 80 persen, kata Simon.

Hal ini merupakan potensi besar untuk industri antara (Mid-stream) untuk dapat bertumbuh dipasar indonesia. Hal ini tentunya perlu dukungan industry hulu selaku pemasok material dari BlueScope, kata Simon..

Simon mengatakan, kerjasama yang telah dibina sejak tahun 2015 sampai hari ini telah memberikan pencapaian yang signifikan dimana total pemesanan telah mencapai 2 juta Ton.

"Kami berharap dengan penandatangan Nota Kesepahaman ini, kemitraan antara PT NS BlueScope Indonesia dan PT Krakatau Steel Tbk akan lebih kuat umtuk mendukung kemajuan industri baja.

Sedangkan Presiden Direktur PT Krakatau Steel Tbk, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi berharap, kerja sama ini akan terus menjadi mitra utama dari BlueScope dalam mengembangkan pasar infrastruktur dan konstruksi di Indonesia.

"Melalui Nota kesepahaman ini, kami berharap kedua perusahaan dapat terus memperkuat komitmen dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu berkompentensi dengan produk impor," ujar dia Simon menambahkan harmonisasi industri hulu, antara dan hilir sangat penting dilakukan agar rantai nilai industri baja Indonesia dapat terus bertumbuh dan kuat, terutama di era pasar bebas dan baja dunia mengalami kelebihan kapasitas produksi, sehingga dapat mengancam pertumbuhan baja nasional.

"Oleh karena itu BlueScope dan Krakatau Steel akan terus berkomitmen untuk selalu berusaha menghadirkan produk dan layanan terbaik," Kata Simon.

PT NS BlueScope Indonesia dibentuk pada tahun 1994 dan bergerak sebagai produsen baja lapis logam datar dan baja bercat di Cilegon pada tahun 1995. Pada tahun 2013, BlueScope Indonesia mendirikan perusahaan patungan dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) untuk membawa akses ke teknologi baru dan membantu dalam mengembangkan jangkauan pelanggan yang lebih luas.

PT NS BlueScope Indonesia sekarang adalah salah satu produsen lokal terkemuka dari seng / aluminium lapis baja dengan pabrik besar di Cilegon, Banten serta penjualan dan kantor pemasaran di Jakarta dan Surabaya.

Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi 250.000 ton per tahun.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. merencanakan proyek klaster 10 juta ton di Cilegon yang dibangun dari kerjasama dengan produsen baja terbesar Korea Selatan (POSCO) untuk dapat mendukung kebutuhan baja Indonesia di masa depan. Saat ini kapasitas produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. ditambah dengan Krakatau Posco telah mencapai 4,5 juta ton. Pada akhir tahun 2019 akan beroperasi pabrik HSM 2 yang berkapasitas 1,5 juta ton, sehingga total kapasitas produksi akan menjadi 6 juta ton.

Klaster baja Cilegon akan menghasilkan baja gulungan untuk konstruksi baja ringan, atap, baja lembaran untuk peralatan rumah tangga, perkapalan, mobil, hingga baja lembaran berkualitas tinggi. Adapun konsumsi baja nasional pada 2016 mencapai 12,67 juta ton setelah sempat turun ke level 11,37 juta ton pada 2015.

Dengan selesainya proyek klaster baja 10 juta ton pada 2025, impor baja diprediksi akan tertekan 70 - 80 persen.

Salah satu pabrik yang akan selesai dibangun pada tahun 2020 dalam rencana klaster baja 10 juta ton adalah pabrik CRM 2 (baja lemabaran dingin) dengan kapasitas 1,5 juta ton sehingga nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan NSBI dalam upaya memperbesar jangkauan pelanggan yang lebih luas, kata Mas Wigrantoro.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petugas antisipasi penyebaran PMK

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:21 WIB

Mentan SYL Optimis PMK Dapat Diatasi Segera

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku optimis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dikendalikan secara cepat.

Bank BTN meraih fasilitas pinjaman dari Japan International Cooperation atau JICA, Citi Bank, dan BCA. Adapun nilai pinjamannnya sebesar USD 100 juta. Dana segar tersebut rencananya akan disalurkan BTN ke masyarakat khususnya segmen milenial dalam bentuk KPR non subsidi.

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:12 WIB

Pembiayaan Rumah Rakyat, Bank BUMN Jawara KPR Ini Dapat Dukungan Pendanaan dari JICA, Citi Bank dan BCA

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Citi Bank dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai total USD 100 juta…

PT Pegadaian

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:01 WIB

Tanggapan Pegadaian Atas Pemberitaan Tentang Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas

Jakarta- PT Pegadaian menanggapi pemberitaan media tentang adanya gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap PT Pegadaian atas dugaan pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas…

 Pegadaian Umumkan 12 Nasabah Beruntung yang Akan Makan Malam Bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Rabu, 18 Mei 2022 - 21:58 WIB

Pegadaian Umumkan 12 Nasabah Beruntung yang Akan Makan Malam Bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Jakarta- PT Pegadaian umumkan nama 12 orang yang menjadi pemenang dalam Program Pengundian April Emas Pegadaian 2022 pada hari Kamis (12/5).

Press Conference IFG International Conference 2022 di Neightbourhood, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2022) (Dok: Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Rabu, 18 Mei 2022 - 21:15 WIB

Perkuat Sektor Asuransi dan Dana Pensiun, IFG Gelar Konferensi Internasional

Indonesia Financial Group (IFG) akan menggelar IFG International Conference 2022. Penyelenggaraan ini merupakan upaya memeperkuat ekosistem sektor asuransi dan dana pensiun yang sejat dan berkelanjutan.…