INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Duta Besar Swiss, H E. Yvonne Bauman beserta Delegasi pengusaha Swiss di kantor Kemenperin, Jakarta (24/5/2017).
Airlangga menjelaskan, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak berdiskusi mengenai upaya untuk menghilangkan hambatan baik dari sisi regulasi maupun produksi masing-masing sektor industri.
"Kami juga mengajak pimpinan perusahaan asal Swiss untuk meningkatkan investasi di Indonesia sekaligus bermitra dengan para pengusaha dalam negeri," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto seusai pertemuan dengan Duta Besar Swiss untuk Indonesia beserta Delegasi Pengusaha asal Swiss di kantor Kemenperin, Jakarta (24/5/2017).
Beberapa perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, PT. Nestle Indonesia, PT. SGS Indonesia, PT. Endress+ Hauser Indonesia, PT. Givaudan, PT Sandmaster Asia Indonesia, PT. Roche Indonesia, PT. Novartis Indonesia, dan PT. Syngenta Indonesia.
Menurut Menperin, hingga saat ini industri Swiss yang telah ada di Indonesia antara lain sektor farmasi dan kosmetika, olahan susu, makanan dan minuman, serta permesinan.
"Kami telah meminta agar meraka terus ekspansi karena seiring pemerintah Indonesia mengeluarkan paket-paket kebijakan ekonomi yang dapat memudahkan untuk menjalankan bisnisnya," terangnya.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia telah menjalankan peraturan tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan dan Tanda Daftar Perusahaan secara simultan bagi perusahaan perdagangan, serta paket kebijakan ekonomi jilid 11 tentang Pemerintah Indonesia berkomitmen memacu pembangunan industri farmasi dan alat kesehatan, termasuk pemberian insentif fiskal untuk perusahaan yang melakukan bisnis di bidang farmasi serta mendapatkan fasilitas perdagangan bebas di dalam negeri.
"Dengan kemudahan yang telah disipkan pemerintah Indonesia, kami berharap para pengusaha Swiss akan segera menambah investasinya di Indonesia," tutup Airlangga.