INDUSTRY.co.id - Dalam paparanya Tiket.com mencatat kinerja yang bagus dan baik di masa pandemi. Tercatat pada kuartal II 2021 transaksi di semua lini produk Tiket.com meroket rata-rata 700 persen jika dibandingkan dengan periode kuartal kedua di 2020.
"Yes, tahun lalu di kuartal II 2020 wakut yang paling parah di industri pariwisata karena destinasi wisata dipaksa untuk tutup. Tapi, menariknnya di tahun 2021 pada awal tahun sebelum Lebaran dan sesudah Lebaran, demandnya tinggi sekali. Mungkin ini dikarenakan orang sudah nggak sabar buat jalan-jalan," kata Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer, Tiket.com, dalam acara press conference virtual, di Jakarta, Kamis (12/8/2021).
Gaery mengatakan banyak masyarakat yang pergi ke Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, dan destinasi favorit lainnya di kuartal II 2021. "Pada saat PSBB dilongarkan itu terasa luar biasa. Hal ini menandakan bahwa berwisata atau jalan-jalan adalah salah satu kebutuhan primer yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia," tuturnya.
Ia juga menjelaskan, pariwisata juga menjadi salah satu tanda-tanda pertumbuhan ekonomi, karena pada periode yang sama, perekonomian pun tumbuh sekitar 7 persen.
Lebih lanjut, Gaery juga merinci pada kuartal II 2021 yakni, angka transaksi tiket pesawat meningkat 400 persen, transaksi akomodasi terdongkrak 600 persen, serta transaksi hiburan dan travel essentials di tiket To Do menanjak 1.100 persen.
Selain itu, angka unduh tiket.com pun meningkat 2,5 kali lipat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Ini bukti bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang memercayakan segala kebutuhan dan perlengkapan perjalanan pada tiket.com," tukasnya.