Tagihan Rumah Sakit Capai Rp500 Jutaan! Istri Penyintas Covid-19: Alhamdulillah, Rp466 Juta Ditanggung oleh Asuransi

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 04 Agustus 2021 - 09:22 WIB

Ilustrasi Asuransi (bisnisasuransiindo.com)
Ilustrasi Asuransi (bisnisasuransiindo.com)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda akan usai. Krisis kesehatan makin dirasakan masyarakat seiring dengan kasus positif yang terus bertambah setiap harinya yang kini telah mencapai 3,19 juta lebih kasus di Indonesia per hari ini.

Setahun lebih berlalu sejak kasus pertama di Indonesia diumumkan, pukulan telak dari biaya perawatan COVID-19 menyisakan tagihan medis dengan angka fantastis bagi mereka yang memerlukan perawatan intensif.

Lantas, berapa nilai angka tersebut? Menurut Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, biaya tertinggi untuk pengobatan COVID-19 mencapai 446 juta rupiah berdasarkan survei yang mencakup 9 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien adalah 184 juta rupiah, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.

Mahalnya biaya pengobatan COVID-19 menimbulkan keresahan masyarakat sebab krisis finansial tidak dapat dihindari jika masyarakat tidak memiliki dana cadangan untuk pengobatan.

Pada akhirnya, dana tabungan atau bahkan dana kebutuhan sehari-hari akan terpakai, sehingga masalah finansial lainnya dapat timbul di kemudian hari.

Untuk mencegah hal tersebut, salah satu cara tepat untuk melindungi diri dari risiko finansial adalah dengan memiliki asuransi kesehatan yang turut menanggung biaya perawatan kesehatan seseorang.

Sejak awal pemerintah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, banyak perusahaan asuransi yang berkomitmen untuk tetap membayarkan klaim kepada nasabahnya, meskipun hal ini termasuk dalam kejadian yang dikecualikan pada polis asuransi.

Tak terkecuali PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) yang memberikan manfaat perlindungan jiwa dan kesehatan akibat COVID-19 kepada nasabahnya senilai lebih dari Rp 15 Miliar hingga akhir tahun 2020 lalu.

Pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, jumlah penderita dengan kasus aktif masih terus menjadi perhatian kita bersama.

Potensi penularan dapat terjadi pada siapa pun, oleh karena itu kewaspadaan untuk menjaga diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan, perlu dilakukan secara disiplin.

“Dari sisi perusahaan penyedia jasa perlindungan asuransi, kami selalu siap mendampingi nasabah, khususnya dalam masa penuh ketidakpastian seperti ini. Sejak awal pandemi kami berkomitmen untuk memberikan manfaat perlindungan melalui polis asuransi jiwa dan kesehatan sebagai salah satu wujud peran kami sebagai mitra nasabah”, ujar Handojo G.  Kusuma, Presiden Direktur AXA Mandiri.

Memiliki asuransi di tengah situasi yang tidak pasti adalah langkah yang tepat, karena dapat membantu kita agar lebih siap menghadapi situasi kritis sekalipun.

Namun, pemilihan asuransi pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan sangat penting untuk membaca secara seksama mengenai syarat, ketentuan hingga manfaat apa saja yang bisa diterima.

Syamsul Hariadi, warga Surabaya penyintas COVID-19 yang pernah merasakan besarnya biaya perawatan rumah sakit, sangat merasakan manfaat asuransi. Syamsul menceritakan bahwa ia dinyatakan positif COVID-19 pada awal November 2020 dan sempat mengalami koma selama 13 hari di rumah sakit dan baru kembali sadar pada pertengahan November.

“Tanpa saya sadari, saya terkena COVID-19 dan harus dirawat selama sekitar 27 hari di rumah sakit, sedangkan istri saya juga terkena COVID-19 dan harus dirawat sekitar 6 hari di rumah sakit,” ujar pria yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Syamsul, yang pada saat dinyatakan positif COVID-19 ini sudah memiliki produk Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah, ia mengaku pada awalnya hanya bisa pasrah membayangkan tagihan rumah sakit, sebab Syamsul dan keluarganya baru sekitar dua bulan menjadi nasabah dan belum pernah memiliki pengalaman menggunakan manfaat dari asuransi tersebut.

Ia bahkan sempat menghubungi beberapa rekan kerja dan keluarganya untuk mendapatkan pinjaman, jika ternyata ia tidak mampu membayar biaya rumah sakit.

“Saat diperbolehkan pulang dan  melakukan pembayaran di kasir, istri saya sangat kaget karena ternyata biaya rumah sakit mencapai Rp 500-an juta lebih, tetapi alhamdulillah sebagian besar biaya, yaitu sekitar lebih dari Rp 466 juta ditanggung oleh AXA Mandiri,” tuturnya dengan perasaan lega.

Syamsul merasa bersyukur karena sejak dua bulan sebelumnya ia telah mempersiapkan diri dan sang istri dengan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah. Syamsul juga mengatakan bahwa dua bulan adalah waktu yang singkat, namun manfaat yang dirasakan sangat besar.

Ia mengatakan bahwa mengingat kondisi saat ini  dengan penyebaran COVID-19 yang sangat cepat, sebagai kepala keluarga ia memiliki tanggung jawab untuk dapat melindungi seluruh anggota keluarga terhadap semua risiko kesehatan, sehingga mereka dapat beraktivitas dengan aman dan tentunya menjaga keuangan yang stabil bagi keluarga.

Dalam menghadapi situasi yang menantang saat ini, perencanaan keuangan yang dilakukan oleh Syamsul menjadi salah satu bukti bahwa memiliki proteksi berperan sangat penting dalam memberikan rasa aman dalam menjalani tiap tahap kehidupan.

Risiko kesehatan bisa datang kapan saja dan tanpa diduga. Dengan memiliki asuransi, sebagian biaya yang timbul akan dialihkan kepada perusahaan asuransi, sehingga meringankan beban finansial keluarga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aplikasi Media Sosial (Ist)

Rabu, 22 September 2021 - 15:50 WIB

5 Hal yang Perlu diketahui Sebelum Posting di Medsos

Dari 275 penduduk Indonesia, sebanyak 202,6 juta telah menggunakan internet dengan 170 juta di antarany telah aktif di media sosial. Hal yang mengagetkan, jumlah gadget atau perangkat mobile…

KemenkopUKM jalin kerja sama dengan Kementerian UKM dan Startup Korea

Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WIB

Dorong Startup Naik Kelas, KemenkopUKM Gandeng Kementerian UKM dan Startup Korea

Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia bersama dengan Ministry of SMEs and Start-up Korea dan ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) bekerjasama dalam Ecothon Indonesia 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Rabu, 22 September 2021 - 15:05 WIB

Ancaman Kejahatan Siber dan Perlindungan Korbannya di UU ITE

Kejahatan siber yang menargetkan komputer, internet, jaringan, dan teknologi merupakan segala kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan sarana, sistem dan jaringan komputer seperti perdagangan…

Tanaman jagung

Rabu, 22 September 2021 - 15:01 WIB

Stok Jagung Ada, Segera Perbaiki Tata Kelola Perdagangan dan Jalur Distribusi

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat Taufik Amrullah mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional termasuk yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menjaga produksi…