INDUSTRY.co.id - Australia berencana untuk membuka kembali perbatasannya kepada turis nternasional ketika setidaknya 80 persen populasinya penduduk telah sepenuhnya divaksinasi terhadap Covid-19. Hal tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Scott Morrison pada Jumat, (30/7/2021).
Menurut kantor berita global AFP, Morrison juga mengungkapkan bahwa pembatasan akan dilonggarkan ketika 70 persen orang dewasa yang memenuhi syarat telah diinokulasi. Pada saat itu, jumlah terbatas untuk mahasiswa internasional dan pemegang visa ekonomi akan diizinkan untuk memasuki Australia juga.
Dilansir dari laman travelpulse, pada Agustus hanya sekitar 14 persen dari populasi penduduk Australia yang telah sepenuhnya divaksinasi, dengan hampir sepertiga telah menerima setidaknya satu dosis. Namun, Morrisson mengatakan dia percaya negara itu dapat mencapai tujuannya pada akhir tahun.
Jika sudah 80 persen tercapai, warga Australia yang divaksinasi akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke negara-negara yang aman. Sementara, menurut laporan AFP, turis yang sepenuhnya divaksinasi dari negara-negara yang aman akan dapat memasuki Australia dan menghindari persyaratan wajib karantina di hotel selama dua minggu wajib.
Australia telah menjadi salah satu negara paling agresif dalam hal penutupan perbatasan dan pembatasan Covid-19 pada penduduknya. Tetapi upaya-upaya itu telah terbayar hingga saat ini dalam hal menekan penyebaran Covid-19. Terbukti Australia melaporkan kurang dari 34 ribu kasus virus corona, dengan angka 923 kematian.
Awal tahun ini, Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan mengatakan terbaiknya untuk pembukaan kembali akan berada di pertengahan hingga semester kedua 2022.