INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dokter asal Amerika Serikta (AS) Faheem Younous baru-baru ini mengungkapkan bahwa jenazah pasien Covid-19 bisa dimandikan dan disentuh tubuhnya.

Advertisement

Pakar penyakit menular dari University of Maryland Upper Chesapeake Health (AS) ini mengukapkan hal ini melalui cuitan di akun Twitter miliknya @faheemyoenus.

"Mayat COVID. Anda dapat menyentuh atau memandikan tubuh," ujarnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (20/7/2021).

Advertisement

"Pakai saja masker N95, gaun, sarung tangan," sambungnya.

Tak hanya itu, dalam unggahannya, ia juga menyatakan bahwa pihak keluarga juga dapat melihat jenazah dalam jarak cukup dekat.

Advertisement

"Keluarga dapat melihat mayat dari jarak 3 kaki," ucapnya.

"Pasien COVID yang hidup JAUH lebih menular daripada mayat COVID, https://t.co/s2YUfJd3Tx," tandas Faheem Younus. 

Advertisement

Hingga berita ini dibuat, unggahan Dokter Asal AS tersebut sontak menuai kehebohan. Beragam komentar pro dan kontra dari masyarakat pun membajiri kolom komentar Twitter Faheem.

"Mayat tidak bisa Batuk ( mengeluarkan aerosol ) kenapa pada takut? Kata DVRK.

"Kalo mayatnya batuk, lebih menakutkan kayaknya om," timpal Bangriezu.

Selain itu, ada pula masyarakat yang menganggap cuitan sang dokter tidaklah lengkap sehingga bisa menimbulkan mis informasi.

"True. Tweet dia kurang lengkap sehingga yg membaca bs misinformed. Yg saya tangkap maksud dia yg memandikan adalah nakes/petugas, klg melihat dr jarak 3 kaki. Sementara di Indo, muslim meninggal yg memandikan pasti klg, sebelum di bungkus pasti mau cium.," ujar Mizzkriwil.

"Banyak reply2 yg akhirnya spt menyalahkan protokol kematian covud saat ini. Pdhl banyak hal yg perlu dipertimbangkan selain soal memandikan jenasah. Ada culture clash di twit yg kurang detailed dr dokter.," timpalnya lagi.

Adapun sebagai informasi, belakangan terakhir, dokter asal AS ini selalu memberikan edukasi soal virus corona, termasuk memposting dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Sejumlah cuitan terbaru lainnya ialah terkait anjuran bagaimana mrlakukan pengobatan covid-19 dirumah.

"Bagaimana Mengobati COVID di Rumah? Gunakan tablet parasetamol, semprotan hidung oxymetazoline, kumur uap/air hangat dan tidur yang nyenyak," tulis Faheem.

Menurutnya, pasien isloman tidak memerlukan obat antibiotik, obat terapi ivermectin, vitamin, atau plasma.

"Cukup pantau oksimetri nadi Anda setiap hari. Pemulihan dalam 2-3 minggu," pungkasnya.