INDUSTRY.co.id - Pada 19 Juli mendatang, Inggris dilaporkan akan segera mengakhiri segala bentuk pembatasan atau lockdown yang selama ini dilakukan oleh pemerintah tersebut selama Covid-19. Dengan pernyataan tersebut Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid mengatakan ini adalah "awal dari perjalanan baru bagi Inggris".
Sebelumya, pelonggaran di negeri Ratu Elizabeth direncanakan pada 21 Juni namun ditunda di tengah kekhawatiran penyebaran Varian Delta yang sifatnya mudah menular. Lockdown pun berlanjut selama empat minggu ke depan hingga 19 Juli 2021.
Dilansir dari laman BBC, ia mengatakan kita harus belajar untuk hidup dengan Covid-19. Walaupun kasus meningkat dan jumlah kematian masih tetap rendah.
"Kami juga tahu bahwa masyarakat dan bisnis membutuhkan kepastian, sehingga kami ingin setiap langkah tidak dapat dipulihkan. Pembatasan kebebasan kita, mereka harus berakhir," katanya.
Belakangan, Inggris dilaporkan menghadapi sekitar 10 ribu kasus baru Covid-19 setiap harinya. Maka, otoritas yakin dengan vaksinasi massal Covid-19 bisa dikendalikan. Diperkirakan sekitar 60 persen populasi orang dewasa di Inggris sudah mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19.
"Sekitar dua pertiga dari semua orang dewasa di negara ini telah memiliki dua dosis vaksin virus corona," tambahnya.
Menurut analisis baru dari Public Health England dan Cambridge University, vakisnasi sekarang diperkirakan telah mencegah 7,2 juta infeksi dan 27 ribu kematian di Inggris.