INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yakni Rosan P Roeslani (Ketum 2015-2020), Arsjad Rasjid (Ketum baru Kadin periode 2021-2026) untuk mengejar cakupan vaksinasi Gotong Royong sebanyak 22 juta dosis pada tahun 2021 ini.
“Targetnya 22 juta (dosis), tapi karena vaksinnya juga belum datang, yah inilah yang akan kita kejar nanti dengan ketua dan jajaran pengurus Kadin yang baru agar angka Vaksin Gotong Royong 22 juta itu bisa dikejar dalam bulan Juli-Agustus dan bulan-bulan berikutnya,” ujarnya pada Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin Indonesia, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/06/2021) sore.
Perlu diketahui, sejatinya vaksinasi Gotong Royong ini sendiri dilakukan oleh Kadin Indonesia (sektor swasta) namun menjadi bagian dari program vaksinasi nasional yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mempercepat kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Selain itu, dalam Munas Kadin ini, Jokowi juga mengemukakan bahwa Indonesia berada pada urutan kesebelas dari 215 negara dunia terkait capaian vaksinasi COVID-19, dengan cakupan 42 juta dosis.
Untuk itu, Jokowi meminta agar vaksinasi terus diakselarasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Sekarang tidak ada tawar-menawar, saya sudah sampaikan satu juta (dosis di bulan Juli) harus! Agustus, dua juta (dosis) harus!," tegasnya.
"Karena kunci dari pemulihan ekonomi adalah urusan COVID-19 ini harus bisa kita selesaikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan target vaksinasi dibulan juli sebanyak 34 juta dosis, lalu 43,7 juta di bulan Agustus).
Kemudian 53 juta dosis di September, selanjutnya sebanyak 84,1 juta pada bulan Oktober, lalu 80,9 juta di November, dan 71,7 juta dosis di bulan Desember.
“Memang ini target yang tidak kecil, tetapi kemarin setelah kita coba sehari bisa 1,3 juta, saya meyakini, meningkatkan menjadi angka 2,5 juta itu bukan sebuah hal yang sulit. Asal, satu kuncinya, vaksinnya ada,” pungkasnya.