Bank Neo Gandeng Arash-Wallyt Tambah Layanan Pembayaran Digital

Oleh : Hariyanto | Rabu, 30 Juni 2021 - 14:13 WIB

Direktur Utama Bank Neo, Tjandra Gunawan
Direktur Utama Bank Neo, Tjandra Gunawan

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam rangka mempercepat transformasi digital perusahaan, PT Bank Neo Commerce Tbk., (Bank Neo) mengumumkan kolaborasi strategisnya dengan perusahaan fintech Arash-Wallyt dalam menyiapkan solusi pembayaran digital kepada Neo Customers.

Demi memenuhi kebutuhan Neo Customers yang menginginkan layanan praktis dalam menunjang produktivitas mereka, transaksi pembayaran digital menjadi salah satu fitur yang diprioritaskan perusahaan. Terlebih lagi dalam situasi pandemi seperti saat ini, masyarakat perlu mengurangi mobilisasi dan kontak fisik, sehingga pembayaran digital menjadi solusi terbaik, yang aman, cepat, dan nyaman.

Direktur Utama Bank Neo, Tjandra Gunawan mengungkapkan, setelah bermitra dengan berbagai penyedia layanan fintech dalam penyaluran kredit untuk UMKM, Bank Neo bersemangat untuk mengukir sejarah baru dalam pengembangan fitur pembayaran digital pertamanya, kali ini bekerja sama dengan penyedia fintech yang terpercaya dan memiliki rekam jejak yang kredibel, Arash-Wallyt.

"Kami yakin, dengan kolaborasi ini, Bank Neo dapat membangun ekosistem bank digital yang lebih kuat dan menghasilkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Tjandra Gunawan yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (30/6/2021).

Rencana pengembangan layanan digital oleh Bank dan perusahaan fintech sejalan dengan butir 3 dalam Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang dikeluarkan Bank Indonesia, di mana interlink antara Bank dan fintech diharapkan dapat menghasilkan layanan yang lebih efisien, memperpendek siklus transaksi, dan memperkuat kualitas layanan kepada lebih banyak konsumen.

Bank Indonesia juga mencatat perkembangan pembayaran non-tunai atau pembayaran digital selama setahun belakang mengalami kontraksi di mana pemakaian uang elektronik tercatat sebesar 32% atau setara dengan Rp266 triliun dan angka ini diprediksi masih akan terus meningkat.

“Berdasarkan riset yang kami lakukan di Maret 2021, baik responden yang terbiasa maupun yang belum terbiasa menggunakan mobile banking sama-sama sering memakai e-wallet sebagai pembayaran digital, yang mereka gunakan untuk membayar transaksi satuan seperti transportasi umum dan pembayaran lainnya. Kami harapkan dengan hadirnya sistem pembayaran dalam aplikasi neo+ nantinya dapat memberikan opsi yang semakin memudahkan masyarakat mengatur pengeluaran mereka sehari-hari,” tambah Tjandra.

Melalui pengalaman matang dan teruji dalam menyediakan solusi teknologi pembayaran digital bagi sejumlah institusi perbankan di Indonesia, Arash-Wallyt akan mengembangkan dua sistem utama dalam fitur pembayaran digital Bank Neo, yakni 1) pengembangan pembayaran kartu debit online, di mana Neo Customers dapat langsung mendaftarkan kartu debit Bank Neo ke berbagai aplikasi e-commerce atau transportasi untuk melakukan pembayaran digital, dan 2) pengembangan pembayaran berbasis kode QR, yang akan memudahkan Neo Customers melakukan pembayaran cashless di toko offline demi mengurangi kontak fisik ketika menggunakan mesin EDC atau uang tunai.

“Kami sangat senang diberikan kepercayaan oleh Bank Neo, sebagai salah satu bank digital yang pertama di Indonesia, untuk membangun layanan pembayaran digitalnya. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu Bank Neo untuk melayani Neo Customers khususnya dalam melakukan transaksi digital tanpa hambatan serta turut membantu mengembangkan perekonomian digital di Indonesia.” kata Direktur Arash, Herlina Kalla.

Senada dengan hal tersebut, CEO Wallyt, Tong Liu, mengatakan, transformasi digital yang didorong oleh pandemi telah menjadi tren lintas ekosistem perbankan digital.

"Kami berharap, Wallyt dapat mewujudkan komitmennya, yakni sebagai mitra terbaik bagi Bank Neo dalam menyediakan sistem teknologi yang mumpuni bagi Neo Customers di tengah persaingan pasar. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi awal dari solusi perbankan digital lainnya yang kami bangun dengan Bank Neo di masa depan.” ucapnya.

Sistem pembayaran digital akan mulai tersedia dalam aplikasi neo+ secara bertahap pada Semester 2, 2021. Melalui kemitraan ini, Bank Neo semakin menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan bank digital end-to-end yang menyeluruh dan dapat diandalkan kepada seluruh Neo Customers.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kegiatan operasional Antam

Kamis, 07 Juli 2022 - 20:39 WIB

Antam Catatkan Zero Fatality

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) anggota MIND ID - BUMN Holding Industri Pertambangan kembali berhasil mencatatkan zero fatality di lingkungan kerja selama semester pertama…

Groundbreaking Mazenta Residence Bintaro (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Kamis, 07 Juli 2022 - 18:20 WIB

Gelar Groundbreaking, Mazenta Residence Bintaro Sukses Tarik Minat Konsumen

PT Serpong Bangun Cipta melalui Cipta Harmoni Lestari (CHL) yang merupakan anak perusahaan Harita Group menggelar 'Groundbreaking' proyek residensial terbarunya yaitu 'Mazenta Residence Bintaro'.

Para anggota Direksi PT Summarecon Agung Tbk yang mengikuti acara paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (07/07/2022) di Jakarta. (Foto: Humas Summarecon Agung)

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:26 WIB

Kontribusi Usaha Summarecon Dukung Perekonomian Indonesia di Masa Pandemi

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menghadapi kondisi yang penuh tantangan untuk melalui masa pandemi Covid-19 dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun. Pasalnya, beragam pembatasan mobilitas yang…

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:22 WIB

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membenahi sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Delapan…

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:17 WIB

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Menurut laporan We Are Social, penggunaan internet di Indonesia untuk bersosial media menghabiskan 197 menit atau sekitar 3,2 jam per harinya. Seperti yang sudah kita tahu, media sosial digunakan…