Dukung Percepatan Inklusi Keuangan di Indonesia, Bank BUMN Ini Genjot Jumlah Agen menjadi 6.800 Orang Hingga Akhir Tahun

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 29 Juni 2021 - 19:09 WIB

program Batara Spekta BTN
program Batara Spekta BTN

INDUSTRY.co.id, JAKARTA-Fungsi agen bank dapat melakukan penyuluhan, dan sebagai penghubung dari bank induk ke masyarakat. Para agen bank dapat memberikan akses perbankan kepada masyarakat.

Peran agen bank sebagai salah satu instrumen peningkatan inklusi keuangan di Indonesia perlu ditingkatkan. Pasalnya, agen bank adalah salah satu instrumen penting dalam pemerataan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Seperti yang pernah diutarakan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, bahwa, sudah seharusnya agen mendapat perhatian lebih dari lintas sektor terkait. Hal ini karena agen bank memperluas jangkauan kantor cabang bank khususnya kepada masyarakat yang belum mengenal bank dan pelayanannya di daerah pedesaan dan perbatasan. "Pemerataan akses terhadap layanan keuangan formal harus terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat dapat benar-benar terwujud.

 Sejauh ini, agen bank merupakan salah satu kanal utama selain kantor cabang bank untuk mengakses layanan keuangan formal. Survei Nasional Inklusi Keuangan tahun 2018 menyebutkan, 58,6% dari populasi penduduk dewasa di Indonesia mengetahui lokasi agen bank.

Dalam rangka itu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, perseroan menargetkan penambahan jumlah Agen Batara menjadi 6.800 orang hingga akhir tahun ini. Hingga Mei 2021 jumlah Agen Batara mencapai 2.952 orang.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pengembangan Agen Batara lebih dimaksudkan untuk memenuhi tujuan perseroan dalam memperluas keterjangkauan layanan perbankan kepada masyarakat.

“Masih banyaknya masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan membuat kami terus melakukan pengembangan Agen Batara. Kami berharap pengembangan Agen Batara dapat mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Haru dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan masyarakat hingga kini masih relatif rendah terutama di daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Sebanyak 51% dari penduduk dewasa atau 95 juta penduduk Indonesia masih diklasifikasikan sebagai tidak memiliki rekening bank atau tidak memiliki akun lembaga jasa keuangan.

Melihat kondisi tersebut, Haru menambahkan, perseroan harus berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan dengan terus menggenjot penambahan Agen Batara diberbagai daerah. Agen Batara ini diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya layanan keuangan perbankan bagi kehidupan mereka.

Haru mengakui, jika inklusi keuangan terus ditingkatkan dan banyak masyarakat yang menabung di perbankan, maka akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi para penabung tetapi juga bank. “Tentunya jika masyarakat sudah sadar akan menabung sehingga dana mereka aman. Maka bank dapat menekan cost of fund karena banyaknya dana murah yang ditempatkan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Haru, BTN akan memperluas ekspansi Agen Batara terutama kepada masyarakat yang memiliki bisnis toko klontong/toko sembako di perumahan yang dibiayai perseroan, kios jasa pengiriman/ekspedisi, mini market berskala lokal dan toko retail lainnya. “Ini bisa jadi basis dana murah BTN,” tuturnya.

Haru mengungapkan, sejak Oktober 2020, Bank BTN mengubah strategi pengembangan Branchless Banking menggunakan EDC Mini ATM, agar layanan agen dapat berfokus pada peningkatan CASA dimana target market pelanggan agen adalah nasabah berbasis kartu ATM. Pengembangan Agen Batara untuk mengoptimalkan pengumpulan dana murah juga dinilai berhasil.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah saldo rata-rata Agen Batara yang terus meningkat menjadi Rp34,8 juta pada Mei 2021.

“Saldo Agen Batara ini naiknya sangat signifikan dari hanya Rp8 juta pada Januari 2021, kini di bulan Mei 2021 sudah melonjak jadi Rp34,8 juta,” tegas Haru.

Hingga April 2021 perolehan dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 41,07% menjadi Rp289,46 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp205,18 triliun. Pertumbuhan DPK Bank BTN ini jauh melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), per April 2021 DPK perbankan meningkat 11,5% year on year (yoy) menjadi Rp6.558,0 triliun pada April 2021.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sejumlah Taruna Akmil dan AAL Dalami Ilmu Kepemimpinan di Yonif Raider 300 Bjw

Rabu, 06 Juli 2022 - 05:00 WIB

Sejumlah Taruna Akmil dan AAL Dalami Ilmu Kepemimpinan di Yonif Raider 300 Bjw

Taruna Akademi Militer (Akmil) dan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) mendalami materi kepemimpinan saat melakukan kunjungan ke Mako Batalyon Infanteri Raider 300/Bjw, yang berlokasi di Kabupaten…

Presiden Jokowi

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:49 WIB

Presiden Jokowi Bagikan Bansos dan Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Semarang

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Pasar Peterongan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Selasa, 5 Juli 2022. Tiba sekira pukul 12.30 WIB, kehadiran Presiden…

Asops Kasad Mayjen TNI Ainurrahman Periksa Kesiapan Operasi Yonif Raider 514 Kostrad

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:30 WIB

Asops Kasad Mayjen TNI Ainurrahman Periksa Kesiapan Operasi Yonif Raider 514 Kostrad

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI Ainurrahman didampingi oleh Asisten Operasi Kaskostrad, Brigjen TNI Primadi Saiful Sulun, Irdivif 2 Kostrad Brigjen TNI Bahram, Danbrigif…

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:00 WIB

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Mendukung ketahanan pangan di perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Batom membantu masyarakat memanen padi di Kampung Batom, Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 05 Juli 2022 - 23:40 WIB

Satgas BLBI Diharapkan Optimalkan Hak Tagih

Pengamat Kebijakan Publik, Lutfi Hakim menyatakan, akuntabilitas kerja satgas adalah hak publik, hal itu lantaran baillout bank-bank jaman itu merupakan tanggungan negara yang dampaknya masih…