Menparekraf Berharap Wisata Tematik Kopi jadi Trademark Wisata Nasional

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 29 Juni 2021 - 12:15 WIB

Biji Kopi Indonesia (Dok: Kemenparekraf)
Biji Kopi Indonesia (Dok: Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Wisata tematik merupakan tren baru yang terus berkembang secara signifikan di banyak negara. Maka dari itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan agar wisata tematik kopi bisa menjadi trademark wisata nasional. Sehingga pengembangan produk wisata tematik ini bisa menjadi strategi yang efektif untuk kepariwisataan di daerah.

"Wisata tematik ini salah satu cara pengemasan produk pariwisata yang erat dengan unsur budaya maupun alam. Di masa pandemi ini menjadi semakin relevan di mana wisatawan mencari aktivitas wisata yang otentik, dilakukan di alam terbuka, tidak massal, dan lebih meaningful," ujarnya dalam Webinar Inovasi Produk Pariwisata Berintegritas yang diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) secara virtual, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut Indonesia sendiri juga sudah banyak mengembangkan wisata tematik. Seperti wisata tematik kopi di Desa Wisata Catur, Bali. Wisata tematik kopi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang hakiki bagi wisatawan dalam menikmati wisata kopi. 

"Jadi wisatawan tidak hanya menikmati kopi fresh dari tempat asalnya, namun juga menikmati suasana pegunungan, coffee plantation, aktivitas panen, bean roasting, mempelajari sejarah serta budaya, dan sebagainya. Sehingga wisata tematik seperti ini diharapkan bisa menjadi trademark wisata nasional," katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno menyebut Indonesia memiliki sumber daya wisata kopi yang kaya, namun hingga saat ini, Indonesia belum memiliki jalur wisata kopi yang komprehensif secara nasional. Oleh sebab itu, Kemenparekraf mencoba menginisiasi pembuatan Indonesia Coffee Trail sebagai salah satu trademark wisata nasional.

"Jalur ini merupakan program jangka panjang yang desainnya kami harapkan dapat terealisasi maksimal dalam 10 tahun. Pada 2020 yang lalu kami telah memulai langkah awal dengan menyusun jalur wisata ini yang salah satu titiknya adalah Bali dan khususnya mengambil beberapa point of interest ke perkebunan kopi di Kintamani," jelas Sandiaga. 

Sandiaga berharap Indonesia Coffee Trail nantinya akan mencakup wilayah dari Sabang hingga Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote. “Kita juga harap ini dapat bersaing dengan skema Wine Trail yang terlebih dahulu eksis, seperti yang ada di Prancis dan Selandia Baru,” ujarnya. 

Sementara, Dosen Ilmu Budaya dan Sastra Universitas Udhayana (UNUD) dan Jurnalis Senior Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M. Litt, mengatakan media massa memainkan peranan penting dalam promosi pariwisata dan meningkatkan tourism literacy, sehingga masyarakat, wisatawan, dan unsur pentahelix lainnya mendukung program pembangunan desa wisata dengan produk inovatif dan berintegritas. 

"Promosi produk wisata mungkin bersifat hiperbola dengan framing yang kreatif seolah melampaui realitas tetapi mesti dipastikan objek yang dipromosikan tetap basic truth sebagai sumber integritas. Agar nantinya desa wisata yang di dalamnya ada produknya wisata tematik ini bisa berkembang sebagaimana yang kita harapkan,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian Tahun 2021

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:55 WIB

Luar Biasa! Kemenperin Sukses Raih Opini WTP 14 Kali Berturut, Ini Respon Menperin Agus

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-14 kalinya pada Laporan Keuangan tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini…

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah dan Direktur Lelang (DJKN) Joko Prihanto

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:34 WIB

Pegadaian dan DJKN Tingkatkan Kerjasama Akurasi Data Bea Lelang

PT Pegadaian bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melakukan Penandatangan Perpanjangan Perjanjian Kerjasama Penatausahaan dan Pelaporan Bea Lelang Pegadaian.

Peresmian Pasar Banyumas

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:28 WIB

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Jawa Tengah, Pasar Banyumas Diresmikan

Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti meresmikan Pasar Banyumas di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah yang telah selesai…

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Peningkatan Struktur Jalan di Pulau Nias

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:23 WIB

Tinjau Konektivitas Jalan di Pulau Nias, Presiden Jokowi: InsyaAllah Tahun Depan Sudah Rampung Semuanya

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi…

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Rabu, 06 Juli 2022 - 15:55 WIB

Diduga Gelapkan Dana Umat, DPR Minta Polri Usut Tuntas ACT

Jakarta-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi tentang kasus dugaan penyelewengan dana donasi yang dilakukan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT).