Hankook Tire Ajak Kendaraan Niaga Efisiensi BBM Demi Lingkungan

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 12 Juni 2021 - 15:00 WIB

Hankook Tire
Hankook Tire

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bulan Lingkungan Hidup (5 Juni 2021) menjadi momen yang tepat bagi masyarakat dan pelaku industri untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. Sebagai produsen ban yang memiliki basis fleet customeryang luas, Hankook Tire memahami bahwa kendaraan  niaga  sering   dianggap   berkontribusi   besar   pada   pencemaran   lingkungan.  

Tahun   lalu,   Komite   Penghapusan  Bensin  Bertimbal  melaporkan1  bahwa  kendaraan  niaga  seperti  bus  dan  truk  menjadi kontributor CO2 pertama dan kedua di Jakarta dengan emisi sebanyak 145.778 ton CO2untuk bus dan 106.057  ton CO2 untuk truk per-hari.

Melihat  situasi  tersebut,  Ahmad  Juweni,  National  Sales  Manager  Truck  &  Bus  Radial  (TBR)  PT. Hankook  Tire Sales  Indonesia menjelaskan  dampak  penggunaan  ban  terhadap  konsumsi  bahan bakar. “Ban adalah komponen langsung yang bergesekan dengan permukaan jalan. Salah satu fungsi ban adalah meneruskan tenaga dari mesin yang disalurkan melalui sistem penggerak kendaraan.  Saat  ban  bergulir  di  jalan,  energi  mekanik  akan  berubah  menjadi  panas  dan  bahan bakar diperlukan untuk mengganti energi yang hilang tersebut.” ungkap Ahmad.

Untuk  mengelola  bahan  bakar  dengan  efisien,  pengendara  perlu  memilih  ban  yang  tepat.  Dari  segi konstruksi, Ahmad menyarankan ban jenis radial, khususnya tipe tubeless. Ban tipe ini tidak memerlukan  ban  dalam  dan  flap  sehingga  berat  ban  menjadi  lebih  ringan  dan  tenaga  yang  diperlukan  untuk  memutar  ban  menjadi  lebih  sedikit.  Tentunya  konsumsi  bahan  bakar  menjadi  lebih hemat.

Kemudian  memilih  pola  telapak  banberdasarkan  medan  yang  ditempuh.  Misal,  pada  medan  tanah atau off road, disarankan menggunakan ban dengan tipe Lug yang mempunyai traksi lebih baik. Jika keliru memilih pola telapak ban, konsumsi bahan bakar akan lebih boros dan ban akan cepat  rusak.  Misalnya,  ban  tipe  off  road  yang  memiliki  telapak  kasar  (lug)  akan  cepat  panas,  menimbulkan  bunyi,  dan  terasa  berat  jika  digunakan  di  jalan  raya. 

Hal  ini  juga  berpengaruh  terhadap konsumsi bahan bakar.Usai  memilih  ban  yang  tepat  berdasarkan  aspek-aspek  tersebut,  yang  tidak  kalah  penting  ialah  perawatan  tekanan  angin.  Jika  ban  kekurangan  tekanan,  kendaraan  akan  terasa  lebih  berat  sehingga  mesin  bekerja  lebih  keras  untuk  memutar  roda.  Hal  ini  tentu  berpengaruh  terhadap  konsumsi bahan bakar. Resiko lain akibat kurang tekanan angin adalah meningkatkan risiko aus ban  jadi  tidak  merata,  kerusakan  separation(kembung),  hingga  pecahnya  ban.  Di  sisi  lain,  jika  kelebihan  tekanan,  dapat  mengurangi  traksi  pada  ban,  keausan  yang  tidak  wajar  di  tengah  telapak  ban,  dan  rawan  pecah  karena  benturan.  Selalu  mengisi  tekanan  angin  sesuai  dengan beban yang dimuat dan lakukan pemeriksaan minimal 10 hari sekali.

 Faktor  teknis  yang  harus  diperhatikan  juga  adalah  muatan  yang  diangkut  kendaraan  niaga.Karena,  jika  berlebih  akan  mengakibatkan   kondisi  overload(kelebihan  muatan).  Semakin  tinggi  beban,  ban  akan  menghambat  putaran  fisik  lebih  keras  ketika  bergerak,  sehingga  kendaraan  niaga harus mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak. Terakhir, cara mengemudi. Semakin sering melakukan akselerasi mendadak pada gas dan rem maka   akan   berpengaruh    terhadap   konsumsi   bahan   bakar.   Oleh   karena   itu,   sebaiknya   pengendara  melakukan  akselerasi  perlahan,  mempertahankan  kecepatan,  menjaga  jarak,  dan  lakukan  perpindahan   posisi  gigi  saat  torsi  optimal,  umumnya  di  bawah  3.000  rpm  (rentang  putaran mesin).

Sementara itu Yoonsoo   Shin, selakuPresident   Director   PT.   Hankook   Tire   Sales   Indonesia   “Guna mendukung  kegiatan  fleet  customerdan  menjaga  lingkungan  hidup,  saat  ini  kami  gencar  mengkampanyekan   penggunaan  ban  Truck  &  Bus  Radial.  Sebagaimana  diketahui  bahwa  ban  radial khususnya tubeless mempunyai berat yang lebih ringan dibanding ban bias dan membantu menghemat  pemakaian  bahan  bakar.  Selain  itu  ban  radial  mempunyai  umur  pakai  yang  lebih  panjang  sehingga  membantu  fleet  customer  untuk  menghemat  biaya  operasional”.  

Salah  satu  produk ban TBR Hankook tipe tubeless adalah Smart Flex AH31.Ban Smart Flex AH31 memiliki Multi 3-Dimensional Kerf Technology untuk traksi ban yang lebih baik dan juga teknologi Tread Wear Equalized Stepper (T.W.E.S) yang mengurangi keausan ban yang  tidak  rata  sehingga  memaksimalkan  umur  pakai  ban.  Selain  menguntungkan  pengusaha  dengan umur pakai ban yang lebih panjang, pengendara juga menikmati perjalanan jauh dengan lebih baik dan lebih aman, karena ban memiliki kemampuan traksi dan pengereman  yang sangat baik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:30 WIB

Menperin Agus Bakal Percepat Industri Nasional Bertransformasi Terapkan Teknologi Industri 4.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu implementasi industri 4.0 di berbagai sektor industri nasional melalui berbagai upaya. Satu di antaranya pelaksanaan program Indonesia Industry…

 Manajemen SIG dan TCC meresmikan kerja sama kedua perusahaan dengan membunyikan alat musik angklung asal Indonesia dan wadaiko asal Jepang.

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:28 WIB

Jalin Kemitraan dengan TCC, Posisi SIG Sebagai Penyedia Kebutuhan Bahan Bangunan Terbesar di Level Regional Kian Kokoh

Jakarta-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), Jepang, yang telah masuk dalam jajaran pemegang saham PT Solusi…

Menperin Agus Gumiwang

Rabu, 04 Agustus 2021 - 21:05 WIB

Menperin Agus Rangkul FKPPI Kuatkan IKM di Daerah

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berharap Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) turut ambil bagian dalam penguatan industri kecil di daerah.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/6) saham BBTN melonjak 11,37% ke level Rp1.175.

Rabu, 04 Agustus 2021 - 20:56 WIB

Didorong Kinerja Apik, Analis Rekomendasikan Beli Saham BBTN dengan Target Price Rp2.600

Jakarta-Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada semester I/2021 dinilai sejumlah analis cukup baik. Kinerja yang apik ini membuat sejumlah analis merekomendasikan beli untuk…

Muhammadiyah

Rabu, 04 Agustus 2021 - 19:23 WIB

1 Triliun dari Muhammadiyah, Nggak Pake Pasir!

Di tengah simpang siur soal sumbangan Rp2 triliun dari keluarga pengusaha Sumsel untuk penanganan Covid19, kabar bahwa Muhammadiyah telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun mengemuka.  Publik…