Bahana TCW: Pasar SBN Masih Prospektif Hingga Akhir Tahun

Oleh : Herry Barus | Kamis, 10 Juni 2021 - 17:00 WIB

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,
Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Daya tarik daya tarik pasar obligasi Indonesia, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) diproyeksikan masih akan terjadi hingga akhir tahun 2021. Sebelumnya banyak spekulasi yang beredar di pasar tentang peluang pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang lebih cepat dari apa yang diekspektasi oleh pelaku pasar di Indonesia.

Budi Hikmat, Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Kamis (10/6/2021) mengatakan setidaknya ada beberapa faktor yang akan mendorong daya tarik pasar SBN hingga akhir tahun. Faktor fundamental Indonesia yang kuat mampu meningkatkan daya tarik pasar SBN di mata investor.

Fundamental perekonomian Indonesia didorong oleh tingkat suku bunga yang rendah. Merujuk pada hasil riset Bahana TCW, The Fed masih akan tetap menjaga suku bunganya di level 0% sampai 0,25% yang akan menjadi ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga. BI sendiri diprediksi akan mempertahankan suku bunga di 3,5% hingga akhir tahun ini. Hal ini akan membawa stabilitas bagi pasar SBN hingga akhir tahun.

Selain itu, hasil riset Bahana TCW, menggambarkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga diprediksi akan stabil bahkan menguat ke depan. Penguatan Rupiah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia. Proyeksi penguatan Rupiah ini berdasar pada fundamental perekonomian domestik yang masih terjaga, tercermin dari defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang tetap positifyang menipis, inflasi yang terkendali, serta cadangan devisa yang mumpuni.

“Pemerintah mampu mengendalikan tingkat inflasi. Tercatat, inflasi tahunan periode Mei sebesar 1,68% masih sesuai dengan ekspektasi masyarakatpasar. Bahana TCW pun memperkirakan tingkat inflasi akan berada di kisaran 2% hingga 2,5% hingga akhir tahun, angka ini sangat aman karena berada di batas bawah target inflasi BI dan juga masih jauh di bawah bond yield yang berada di level 6,4%,” tambah Budi Hikmat.

Faktor domestik lainnya seperti defisit neraca transaksi berjalan yang hingga saat ini lebih rendah dibanding pada saat menjelang taper tantrum 2013 yang merupakan saat-saat dimana terjadi koreksi cukup dalam di pasar SBN. Selain itu, debt to GDP dalam persentase juga turun serta cadangan devisa sebesar US$ 136,4 miliar dipandang masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas hingga akhir tahun.

 

Dengan demikian Bahana TCW memprediksikan Pasar SBN akan mampu bertahan dari gempuran kondisi ekonomi global sehingga capital inflow ke pasar SBN akan masih akan terus terjadi secara gradual hingga akhir tahun.

Faktor lain yang tak kalah penting bagi pasar SBN adalah faktor supply. Bahana TCW melihat pasar SBN akan menguat ke depan karena penerbitan SBN dapat dijaga sesuai rencana, bahkan pemerintah dapat mengurangi penerbitan SBN jika penerimaan negara positif. Seperti diketahui, hingga April 2021 yang lalu, realisasi pendapatan negara hingga 30 April 2021 telah teralisasi sebesar 33,5%. Capaian ini terbilang positif karena angka ini berada di atas tren penerimaan di tahun-tahun sebelumnya bahkan sebelum pandemi. Capaian ini salah satunya dikontribusi oleh harga komoditas ekspor seperti batubara, minyak sawit dan gas yang sangat bagus selama empat bulan terakhir sehingga mendorong pendapatan negara.

“Meski begitu, Bahana TCW tidak menampik bahwa masih ada risiko terutama yang disebabkan oleh sentimen eksternal. Kondisi pasar keuangan domestik sangat dipengaruhi oleh faktor sentimen eksternal di pasar keuangan global seperti potensi pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, kenaikan inflasi Amerika Serikat dan penerapan taper tantrum yang lebih cepat dari apa yang diprediksi oleh pasar. Namun, Bahana TCW memperkirakan Amerika Serikat akan memulai taper pada awal 2022 meskipun informasi tentang penerapan ini akan bergulir di pasar dimulai tahun ini,” tutup Budi Hikmat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perangi Sampah Laut di Dobo, KKP Kumpulkan Ratusan Kilo Sampah

Senin, 21 Juni 2021 - 05:53 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan Kumpulkan Sampah Laut di Pantai Dobo, Kepulauan Aru, Jumlahnya Bikin Geleng-Geleng Kepala!

akarta–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melaksanakan kegiatan bersih pantai di Dobo, Maluku pada Kamis (17/6/2021).

Prajurit Petarung Yonif 5 Marinir Bangkalan Madura

Senin, 21 Juni 2021 - 05:45 WIB

Tingkatkan Imunitas Tubuh, Prajurit Marinir Bangkalan Laksanakan Olah Raga

Dalam rangka menjaga kebugaran dan imunitas tubuh, prajurit Petarung Yonif 5 Marinir yang terlibat operasi PPKM wilayah Madura melaksanakan olahraga pagi di Koramil 0829/13 Arosbaya, Bangkalan,…

Pratu Mar M. Kasim Atlet Batalyon Infanteri 1 Marinir Sidoarjo

Senin, 21 Juni 2021 - 05:30 WIB

Pratu Mar M. Kasim Atlet Batalyon Infanteri 1 Marinir Berprestasi di Fly Navy Internasional Archery Open 2021

Pratu Mar M. Kasim, Atlet Batalyon Infanteri 1 Marinir berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara dalam kejuaran panahan dalam rangka Fly Navy Internasional Archery Open 2021 di lapangan…

Danpasmar 1 Brigjen TNI Mar Hermanto

Senin, 21 Juni 2021 - 05:20 WIB

Danpasmar 1 Brigjen TNI Mar Hermanto Pastikan Latihan LSD Jajaran Kolak Pasmar 1 Lancar

Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Brigjen TNI (Mar) Hermanto, S.E., M.M., meninjau langsung gelaran Latihan Satuan Dasar (LSD) TW II Tahun 2021 jajaran Komando Pelaksana (Kolak) dibawah Pasmar…

Prajurit Yonif 642 Kapuas Kalbar

Senin, 21 Juni 2021 - 05:00 WIB

Prajurit Yonif 642 Kapuas Kalbar Laksanakan Bakti Sosial

Personel Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas melaksanakan Bakti Sosial kepada Warga yang tidak mampu di sekitaran Asrama Kompi Senapan C Semitau, Kalbar.