Berinteraksi di Dunia Digital Harus Terapkan Nilai dan Norma Bangsa

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 10 Juni 2021 - 16:30 WIB

Ilustrasi Menggunakan Medsos (Ist)
Ilustrasi Menggunakan Medsos (Ist)

INDUSTRY.co.id - Semakin keterbukaannya informasi dan berkembang pesatnya dunia digital dinilai positif karena membawa perubahan terhadap interaksi sosial. Sayangnya, perubahan interaksi sosial di dunia digital seharusnya bisa seiring dengan nilai dan norma budaya yang ada di masyarakat. 

Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character/Certified Behavior Consultant membagikan wawasannya terkait perubahan interaksi sosial di dunia digital. Adanya keterbukaan informasi sebenarnya mendukung masyarakat untuk jadi bisa berjejaring dan membuka hubungan tanpa jarak.

"Keterbukaan informasi membuka peluang saling menguntungkan, namun perlu berwaspada," kata Golda Dalam webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I pada Senin (7/6/2021).

Apalagi dengan adanya platform media sosial, masyarakat sekarang terutama anak muda mulai membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Padahal seseorang perlu memahami bahwa di sosial media orang bisa jadi berbeda karena memang memiliki tujuan membangun personal branding tertentu. Saat ini setiap orang perlu bijaksana menilai bahwa di sosial media seseorang juga memilih mana sisi kehidupannya yang ingin ditampilkan. 

"Tetap waspada, setiap kita unik, punya tugas dan peran sendiri jadi tidak usah membandingkan," ujarnya.

Di era yang serba terbuka ini elemen emosional menjadi sesuatu yang penting saat berinteraksi sosial. Yaitu kemampuan untuk menjadi tenang, sebab kreativitas seseorang akan lebih mudah berkembang saat dalam kondisi tenang. 

Golda menyarankan untuk lebih banyak mengambil waktu dengan diri sendiri seperti berdoa dan melakukan suatu kegiatan yang disukai dibanding terus-menerus sibuk melihat media sosial. Ambil jeda waktu jika sudah terlalu lama bermain di media sosial, sebab saat jenuh dan sudah terlalu adiktif maka seseorang akan cenderung tidak berfikir saat berkomentar maupun memposting sesuatu. 

Menjadi catatan bagi masyarakat Indonesia yang memiliki nilai dan norma dalam berbangsa. Interaksi sosial yang telah berubah dengan adanya dunia digital maka seseorang pun harus memahami keragaman Bhineka Tungga Ika. Sehingga saat berkomentar di sosial media, perbedaan adalah hal yang harus diterima. Toleransi akan keragaman dan pendapat yang tidak sama merupakan sesuatu yang harus diterima. 

"Nilai norma berbangsa dan bernegara harus ditanamkan saat berinteraksi sosial di media digital," kata Golda lagi. 

Untuk itu ketika berinteraksi di ruang digital, sebaiknya tidak terpancing dan sering-sering untuk melakukan klarifikasi. Hal itu senada diungkapkan oleh Firzie A. Idris, Asisten Editor Kompas.com salah satu nara sumber lainnya yang memberikan wawasan terkait literasi digital.

Firzie di antaranya membahas mengenai apa itu rekam jejak di era digital, hingga peran setiap orang untuk meninggalkan rekam jejak positif di era digital untuk mendukung lingkungan digital yang sehat di Indonesia. 

Secara singkat Firzie juga membagikan tips aman berinternet agar terhindar dari kejahatan cyber. 

"Tenangkan diri sebelum mengunggah komentar, berpikir kritis lihat secara keseluruhan, bertanggung jawab dalam setiap unggahan apalagi jika ternyata terbukti hoax, selain itu gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar," ujar Firzie. 

Kegiatan webinar Literasi Digital wilayah Jabar I, Kota Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan empat pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Jakarta Anies

Minggu, 20 Juni 2021 - 22:08 WIB

Jakarta Memanggil! Gubernur Anies Buka Pendaftaran Tenaga Kesehatan Profesional Pengendalian Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa saat lalu menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membuka lowongan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di wilayah…

Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021,

Minggu, 20 Juni 2021 - 20:47 WIB

Ngeri, Banyak Pasangan Suami Istri Tidak Mampu Hamil, Morula IVF Tawarkan Solusi Bantu Masalah Infertilitas Pasangan

Padang – Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021, dengan mengangkat…

Pastor John Laba Tolok SDB

Minggu, 20 Juni 2021 - 19:58 WIB

Warga Lembata Sedunia Minta Gubernur NTT Batalkan ETMC 2021

JAKARTA – Sejumlah warga Lembata Diaspora Sedunia yang tergabung dalam Grup WhatsApp Ata Lembata, meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Panitia Liga 3 El Tari…

Ilustrasi petani tebu. (Arief Priyono/Light Rocket)

Minggu, 20 Juni 2021 - 19:54 WIB

APTRI: Permenperin Nomor 03/2021 Bisa Digunakan Sebagai Alat Gebuk ke Para Pemburu Rente

JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sunardi Edy Sukamto berharap agar Pemerintah bersikap tegas terhadap mafia-mafia pangan dalam hal ini…

Industri Alkes Nasional

Minggu, 20 Juni 2021 - 19:51 WIB

Simak! Ini 7 Langkah Strategis Pemerintah Tingkatkan Produksi Alkes Buatan Industri Nasional

Pemerintah akan lakukan tujuh langkah strategis peningkatan ketersediaan pasar untuk mengembangkan industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri.  Pertama, keberpihakan pada produk dalam negeri…