INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa masalah yang sering dialami dalam bidang investasi sebenarnya adalah soal bagaimana membangun reputasi dan bagaimana mengurangi risiko bagi para investor maupun institusi.
Masalah ini menurutnya berlaku di banyak negara berkembang, termasuk negara sedang berkembang hingga bahkan negara yang berpenghasilan rendah.
“Jadi apa yang kita lakukan di Indonesia, kita ubah undang-undang, ini yang kita sebut omnibus law karena kita ubah 72 undang-undang, warisan dari sekian banyak undang-undang yang menghambat dalam banyak hal investasi, investor, UKM, industri manufaktur, bagi investor dalam dan luar negeri," ungkap Menkeu dalam diskusi High-Level Roundtable Discussion: Scaling-up WBG/Institutional Investors Collaboration to Mobilize Private Capital for Sustainable Development secara daring pada Rabu (09/06).
"Kami membuat daftar lebih dari 100 kendala yang dihadapi oleh banyak investor dan kemudian kami memasukkannya ke dalam satu undang-undang,” jelas Menkeu.
Dalam hal ini, salah satu hasil dari undang-undang tersebut adalah pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF).
Asal tau saja, SWF alias Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau biasa dikenal dengan Indonesia Investment Authority (INA) ini sendiri tengah diminati oleh sejumlah investor dari luar negeri.
Menurut Sri Mulyani, saat ini Pemerintah terus berkomunikasi secara intens dengan semua calon investor SWF seperti Abu Dhabi Investment Group (ADIA), Caisse de Depot et Placement du Quebec (CDPQ), dan APG Asset Management (APG).
Ia berharap ditengah tahun ini, lembaga dana abadi negara tersebut akan memperoleh hasil kongkrit dari komitmen invetasi sejumlah investor dunia.
“Jadi itulah yang kami coba lakukan dan kita berharap pada semester kedua tahun ini kita sudah bisa mengumumkan transaksi riil yang akan sesuai dengan selera investor institusional," tandasnya.
"Kami ingin memiliki portfolio yang jauh lebih besar, infrastruktur, energi terbarukan, sektor kesehatan. Kami juga memiliki telekomunikasi yang sudah disiapkan, pelabuhan dan bandara. Saya pikir ini akan menjadi salah satu area yang akan menarik,” tutup Menkeu.