INDUSTRY.co.id, Banten - Seperti yang sering dihimbau oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Untuk para pelaku industri khususnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berupaya agar sudah tersertifikasi. Khususnya, bagi salah satu kawasan 10 destinasi prioritas di Kawasana Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten.

Untuk itu, Tim Tanjung Lesung Pokja 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata sedang menyiapkan program untuk mensosialisasikan masalah sertifikasi terkait kepada lima bidang usaha pariwisata di KEK Tanjung Lesung, yakni akomodasi pariwisata, jasa penyedia makanan dan minuman, wisata tirta, jasa pramuwisata, serta agen perjalanan.

Menurut Person in Charge (PIC) Tanjung Lesung Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Ida Irawati, mengatakan program sosialisasi sertifikasi akan digelar pada 23-24 Mei mendatang. "Ini untuk mendukung layanan industri pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung dan Ujung Kulon,” ujar Ida melansir dari republika, Rabu (17/5/2017).

Perkembangan amenitas di Tanjung Lesung tidak hanya untuk destinasi alam saja, Kemenpar juga akan mengarahkan ke destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang, untuk memperkuat dalam usaha Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE)

Maka dari itu, Kemenpar akan menggelar sejumlah pelatihan bidang MICE. "Pesertanya berasal dari Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan para pelaku industri pariwisata setempat," sambung Ida.

Ida menambahkan, dengan adanya pertumbuhan amenitas di KEK Tanjung Lesung menunjukkan kemajuan yang signifikan. Misalnya, di sana sudah ada pembangunan Kalicaa Villa fase dua sudah memasuki tahap konstruksi, ada pula pembangunan Kampoeng Sawah dan Ladda Beach Village.

Selain itu, akan ada yacht club dan dive center. Untuk itu, pengelola KEK Tanjung Lesung sudah menggandeng Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar dan Banten West Java Tourism Development. Tujuannya menurut Ida, untuk  mengoptimalkan konektivitas laut sesuai dengan KSPN Tanjung Lesung- Ujung Kulon dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Untuk aksesibilitas ke Tanjung Lesung, sudah mulai ada rencana pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

"Saat ini sudah ada pematokan di Kabupaten Serang sudah mencapai 80 persen, Kabupaten Lebak 51 persen dan Kabupaten Pandeglang lima persen," ungkanya.

Selain itu, rencana pembangunan bandar udara baru di Pandeglang, Ida menjelaskan Dinas Perhubungan Banten telah menggelar rapat terakhir pada 10 Mei lalu. Rapat itu juga dihadiri unsur pemerintah pusat seperti Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Bandara baru akan dibangung di Panimbang, namun belakangan diperlukan studi kelayakan sehingga lokasi bandara baru pun akan dipindah. “Alternatif lokasi baru di lahan Perhutani,” ujarnya.

tetapi, kata Ida, tentu hal itu akan memakan waktu. Terutama terkait studi kelayakan dan kompensasi bagi Perum Perhutani sesuai undang-undang yang mengatur penggantian tanah negara.

"Untuk itu, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) memiliki tawaran solusi yakni mengusulkan skema kerja sama sebagai alternatif solusi  pembiayaan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang," tandasnya, Ida.