INDUSTRY.co.id - Mungkin ada beberapa pria yang merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri ketika mengalami rambut rontok hingga menjadi botak. Salah satu faktor kebotakan yakni genetik, bahkan terjadi pada ketika mereka belum cukup tua. 

Advertisement

Dilansir dari laman byrdie, Jumat (21/5/2021), ada fakta menyatakan bahwa dua pertiga pria di Amerika Serikat mengalami kebotakan sebelum mereka berusia 35 tahun. Bahkan, 25 persen di antaranya akan mengalami kebotakan sebelum mereka cukup tua.

Dokter bersertifikasi Azza Halim, MD mengatakan kebotakan pada pria bisa disebut dengan Androgenic Alopecia atau kebotakan berpola. Ini merupakan rambut rambut rontok yang umum ini mempengaruhi hampir 50 persen pria setelah berusia 35 tahun. Sementara menurut tim ahli trichologi (spesialis perawatan rambut dan penyakit rambut) dari Philip Kingsley, kebotakan juga bisa terjadi ketika pada usia pubertas. 

Advertisement

Selain itu ada beberapa faktor lainnya mengapa pria lebih cepat mengalami kebotakan, seperti faktor gaya hidup. 

Kekurangan nutrisi

Advertisement

Halim menjelaskan bahwa pada orang-orang tertentu, kekurangan asam lemak omega-3, vitamin A, B6, B12, dan E, mineral termasuk seng, dan mineral dapat memiliki efek buruk pada pertumbuhan rambut dan susah sekali untuk menumbuhkan rambut baru.

Maka, mulai sekarang konsumsilah beberapa makanan kaya akan protein tanpa lemak seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak sehat agar menutrisi rambut Kamu supaya lebih sehat dan lembut. Halim juga menambahkan, bahwa olahraga sangat penting untuk meningkatkan sirkulasi keseluruhan dan memberikan oksigen dan nutrisi ke rambut.

Advertisement

Merokok

"Sama seperti merokok memiliki efek buruk pada kesehatan paru-paru dan jantung, rokok juga dapat mempengaruhi rambut dengan mengurangi oksigen ke folikel rambut serta nutrisi vital, sehingga menyebabkan peradangan pada folikel rambut," kata Halim.

Kondisi kesehatan

Ada beberapa kondisis kesehatan yang menyebabkan rambut rontok hingga mengalami kebotakan seperti disfungsi tiroid, ketidakseimbangan hormon, gangguan autoimun, dan diabetes.

Halim mengatakan bahwa setiap kondisi kesehatan tersebut dapat memicu peradangan atau berdampak pada pengiriman nutrisi vital dan oksigen ke organ vital kulit kepala dan folikel rambut yang dapat mengakibatkan rambut menipis atau rontok.

Lantas, apakah rontok dan kebotakan bisa dicegah? Halim menjelaskan, untuk beberapa permasalahan rambut tersebut harus diketahui dulu semua faktor penyebabnya.

"Misalnya, kekurangan asupan nutrisi lalu, faktor genetik atau tidak. Jadi, jika sudah mengetahui faktor penyebabnya, kita mungkin bisa dapat mengatasi permasalahan ini dengan melakukan perawatan lebih awal agar tidak mengalami kerontokan dan menjadi kebotakan parah," jelasnya