JES Ikut Ringankan Beban Masyarakat Jelang Idul Fitri

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 08 Mei 2021 - 22:23 WIB

Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) tebar sembako
Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) tebar sembako

INDUSTRY.co.id-Jakarta-Dampak krisis ekonomi yang disebabkan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terasa hingga kini. Hal tersebut masih dirasakan masyarakat dalam membeli barang kebutuhan sehari-hari yang dirasakan terus meningkat harganya, sedangkan penghasilan tidak sesuai yang diharapkan.

Di sisi tingkat pengangguran yang terus meningkat akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan di beberapa perusahaan menambah penderitaan masyarakat akibat efek negatif wabah covid-19 ini.

Berpijak dari fenomena di atas, sekumpulan jurnalis yang menamakan diri Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) beninisiatif meringankan beban masyarakat yang terdampak ekonominya dengan membagikan paket sembako. Sebanyak 80 paket sembako diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Kami melihat dampak wabah covid-19 masih terasa di masyarakat, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang bekerja pada sektor non formal, mereka masih merasakan penderitaan ini. Daya beli mereka berkurang karena penghasilan yang tidak menentu setiap hari akibat dari wabah covid-19.

Selain itu, dampak PHK bagi karyawan yang perusahaannya melakukan pengurangan karyawan menambah penderitaan lagi bagi masyarakat. Melihat kenyataan tersebut kami berinisiafif membantu mengurangi beban mereka dengan memberi paket sembako,” kata Ketua JES, Kristopo, kepada media melalui siaran press, Sabtu, 8 Mei 2021, di Jakarta.

Kristopo menambahkan, pemberian paket sembako ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. “Semoga sembako yang kami berikan kepada masyarakat yang membutuhkan berguna bagi mereka,” harapnya. Berdasarkan catatan JES, pembagian sembako tahun ini merupakan pembagian sembako yang kedua. Tahun lalu JES juga membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek.

Tema pembagian sembako tahun ini ““Saatnya Berbagi kepada Sesama di Tengah Kesulitan. Semoga Wabah Covid-19 Cepat Berlalu.”

Baksos JES 2021 ini terselenggara berkat dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI), Adira Insurance, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, BCA Syariah, Yayasan Hasanah Titik, Bank Syariah Bukopin dan Universitas Azzahra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Senin, 21 Juni 2021 - 14:30 WIB

Menperin Agus Bawa Kabar Gambira! Ekspor Industri Pengolahan Naik 30% Capai USD 66,70 Miliar

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Januari-Mei 2021, nilai ekspor industri pengolahan mencapai USD66,70 miliar, naik 30,53% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar…

Industri Petrokimia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 21 Juni 2021 - 14:07 WIB

Masuk Kategori Industri Hijau, Sektor Petrokimia Kokoh Jadi Pondasi Industri Nasional

Industri Petrokimia di Indonesia adalah salah satu industri yang berfungsi sebagai tulang punggung industri dalam negeri.

Bambang Soesatyo Ketum PB KODRAT

Senin, 21 Juni 2021 - 14:00 WIB

Selain Ketum IMI, Bamsoet Juga Ketum PB KODRAT

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) periode 2021-2025 menggantikan Harry Tanoe Soedibyo. Sehingga…

Hotel Angsana Laguna Phuket Thailand

Senin, 21 Juni 2021 - 14:00 WIB

Laguna Phuket Berkolaborasi industri untuk Konfirmasi Dibukanya Kembali Phuket pada Pasar Internasional 1 Juli

Tokoh-tokoh terkemuka dari sektor swasta dan pemerintah berkumpul di Angsana Laguna Phuket pada 12 Juni untuk mengkonfirmasi kembali pembukaan kembali Phuket untuk pengunjung internasional pada…

APD tenaga Medis (Foto Antaranews.com)

Senin, 21 Juni 2021 - 13:57 WIB

Alhamdulilah, Puji Tuhan, Vaksin Terbukti Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Telah Sembuh

Kudus-Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih.