Ketua MPR RI Desak Pemerintah Harus Tegas terhadap Teror KKB di Papua

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 08 Mei 2021 - 10:08 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Tengah)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Tengah)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menghentikan pembunuhan dan teror berkelanjutan terhadap warga sipil Papua oleh KKB bukan dengan diskusi, melainkan dengan tindakan tegas oleh negara. Negara harus bersikap tegas karena pendekatan damai yang telah diupayakan selama ini selalu ditolak KKB dan kelompok pelaku teror lainnya.

 ‘’Ketika saya membuat pernyataan untuk mendorong negara segera bersikap tegas terhadap KKB di Papua, rangkaian aksi tidak berperikemanusiaan KKB telah menelan jumlah korban tewas sedikitnya 110 jiwa, meliputi warga sipil serta prajurit TNI-Polri. KKB membunuh Kabinda Papua, membakar sekolah dan merusak properti warga. Apakah diskusi bisa dengan sendirinya menghentikan kebrutalan KKB membunuh dan meneror warga sipil Papua?  Lalu, harus berapa lama lagi negara membiarkan KKB leluasa melakukan pembunuhan dan menebar teror di Papua?’’ ujar Kwtua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Sabtu (8/5/2021)  

 Bamsoet tegaskan, penerapan sikap tegas negara terhadap KKB di Papua mestinya dipahami sebagai inisiatif negara menghentikan pembunuhan dan teror berkelanjutan terhadap warga  sipil setempat. Komentar dan ratapan para elit serta para pemerhati di Jakarta selama ini terbukti tidak bisa menghentikan kebrutalan KKB. Agar korban jiwa tidak terus bertambah, negara harus hadir dengan sikap tegas untuk menghentikan pembunuhan dan teror oleh KKB di Papua.

 Tentang pendekatan damai atau diskusi menyelesaikan sejumlah persoalan di Papua, Bamsoet mengajak dan mempersilahkan semua pihak untuk membuka lagi catatan tentang sejumlah upaya atau pendekatan damai yang diprakarsai pemerintah Indonesia selama ini. Almarhum Presiden BJ Habibie (1998-1999), melalui Panglima TNI Jenderal Wiranto, telah meminta maaf dan mencabut status Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua. Habibie juga menegaskan masalah Papua diselesaikan lewat jalur diplomasi. Pendekatan damai itu dilanjutkan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999. Bahkan Gus Dur mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua serta memperbolehkan pengibaran bendera Bintang Kejora.

 Pendekatan damai dengan OPM juga  digagas pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014). Melalui staf khususnya, SBY menegaskan, tak ada pendekatan lebih cocok di Papua selain pendekatan damai. Ketika beberapa anggota TNI tewas dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata, SBY tetap mengedepankan jalur diplomasi.

 Bahkan,  pada 9 November 2011, SBY menunjuk Farid Husain sebagai juru runding pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat Papua, termasuk dengan Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua.

 Perhatian pemerintah terhadap Papua tidak berkurang. Presiden Jokowi, yang banyak menahan diri dalam menghadapi kebengisan KKB, melanjutkan pendekatan damai itu dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

Sejak menjabat presiden, Jokowi setidaknya sudah 11 kali  mengunjungi Papua dan Papua Barat. Jokowi memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sebagai kerangka besar solusi konflik di Papua. Jokowi menerapkan kebijakan BBM satu harga hingga membangun serat optik Palapa Ring.

 Ketika pendekatan damai dan kesejahteraan direspons aksi brutal KKB, negara tidak bisa berdiam diri. Negara tidak boleh kalah oleh para pembunuh dan pelaku teror yang telah memakan banyak korban dan harta benda serta meresahkan rakyat kita di Papua. Karena Papua adalah bagian dari Indonesia, negara harus mampu melindungi dan memberikan rasa aman bagi rakyat di sana.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BTN tebar hadiah bagi masyarakat yang berburu KPR

Senin, 21 Juni 2021 - 13:12 WIB

Wow, BTN Tebar Hadiah Emas! Strategi Jitu Pemasaran KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank Pelopor produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini kembali memberikan trobosan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan pembiayaan untuk kepemilikan…

Ini Lima Job Portal Unggulan Yang Memudahkan Kamu Mencari Kerja

Senin, 21 Juni 2021 - 13:12 WIB

Ini Lima Job Portal Unggulan Yang Memudahkan Kamu Mencari Kerja

Jakarta-Era digital saat ini membawa banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan digitalisasi sudah menyentuh pasar tenaga kerja.

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan (Foto Ist)

Senin, 21 Juni 2021 - 13:00 WIB

Perlunya Sosialisasi Kekerasan Berbasis Gender Online Agar Mencegah Meningkatknya Kasus Baru

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 8,9 persen atau menjadi 171 juta jiwa pengguna membuat kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan cyber semakin tinggi. Diketahui selama…

Ilustrasi penelitian vaksin (rino/industry.co.id)

Senin, 21 Juni 2021 - 12:49 WIB

Fakultas Kedokteran Ini Lakukan Riset Penyebab Lonjakan Kasus COVID-19, Temuannya Mengerikan!

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini mengeluarkan hasil penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) rujukan dari Balai Penelitian dan…

Gubernur Anies Bersepeda atau Bike To Work

Senin, 21 Juni 2021 - 12:23 WIB

Gubernur Anies Bersepeda ke Balai Kota (Bike To Work), Netizen: Luar Biasa! Jawaban Cerdas...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pagi ini mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dirinya sedang bersepeda menuju Kantor Balai Kota Jakarta. Dalam unggahan di jejaring media sosialnya…