Wuidih Luar Biasa! China Bakal Borong Harta Karun RI Senilai Rp16 Triliun

Oleh : Ridwan | Kamis, 06 Mei 2021 - 05:00 WIB

Sarang burung walet
Sarang burung walet

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sarang burung walet dari Indonesia kini tengah menjadi incaran sejumlah negara. Bahkan, China berencana membeli sarang burung walet dari Indonesia senilai Rp16 triliun.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun langsung tancap gas mengumpulkan para Menterinya dalam rapat terbatas (ratas), Selasa 4 Mei 2021. Ratas tersebut membahas pengembangan budidaya sarang burung waler dan tanaman porang.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia memiliki peluang besar dari sarang burung walet yang memiliki nilai cukup besar. Terlebih saat ini Indonesia menjadi produser utama sarang burung walet.

"Bahkan, kalau tidak salah saya hampir 80% dari pada kapasitas dunia itu disuplai dari Indonesia. Indonesia pada tahun 2020 mengekspor sejumlah US$ 540 juta untuk sarang burung walet ini berkisar dari 1.316 ton yang kita ekspor," ucapnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, (5/5/2021).

RI mendapatkan keuntungan dari disparitas harga sarang burung walet dari negara tujuan yang berbeda-beda. Mendag mencontohkan Hong Kong harga per kg mencapai US$ 88 sedangkan di Cina bisa mencapai lebih dari US$ 1.500.

Mengingat, belum lama ini Cina sudah menunjukkan komitmen untuk membeli sarang burung walet senilai Rp16 triliun. 

"Dan hari ini angka itu baru separuhnya dan kita akan mengejar target tersebut di akhir tahun 2021," tambah Lutfi.

Untuk itu Jokowi meminta agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian menyamakan aturan terkait ekspor kekayaan Indonesia tersebut.

"Kementerian Perdagangan akan mengadakan streamlining daripada proses proses perizinan ekspor dan memastikan bahwa kita akan mendapatkan harga yang terbaik untuk sarang burung walet tersebut," terangnya.

Selain sarang burung walet, Kepala Negara juga meminta pengembangan untuk produk tanaman porang. Tanaman tersebut merupakan bagian dari substitusi tepung terigu.

"Jadi ini yang dibilang atau diutarakan oleh tendensi daripada makanan baru ini adalah non gluten food atau pengganti daripada tepung terigu," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Jakarta Anies

Minggu, 20 Juni 2021 - 22:08 WIB

Jakarta Memanggil! Gubernur Anies Buka Pendaftaran Tenaga Kesehatan Profesional Pengendalian Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa saat lalu menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membuka lowongan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di wilayah…

Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021,

Minggu, 20 Juni 2021 - 20:47 WIB

Ngeri, Banyak Pasangan Suami Istri Tidak Mampu Hamil, Morula IVF Tawarkan Solusi Bantu Masalah Infertilitas Pasangan

Padang – Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021, dengan mengangkat…

Pastor John Laba Tolok SDB

Minggu, 20 Juni 2021 - 19:58 WIB

Warga Lembata Sedunia Minta Gubernur NTT Batalkan ETMC 2021

JAKARTA – Sejumlah warga Lembata Diaspora Sedunia yang tergabung dalam Grup WhatsApp Ata Lembata, meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Panitia Liga 3 El Tari…

Ilustrasi petani tebu. (Arief Priyono/Light Rocket)

Minggu, 20 Juni 2021 - 19:54 WIB

APTRI: Permenperin Nomor 03/2021 Bisa Digunakan Sebagai Alat Gebuk ke Para Pemburu Rente

JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sunardi Edy Sukamto berharap agar Pemerintah bersikap tegas terhadap mafia-mafia pangan dalam hal ini…

Industri Alkes Nasional

Minggu, 20 Juni 2021 - 19:51 WIB

Simak! Ini 7 Langkah Strategis Pemerintah Tingkatkan Produksi Alkes Buatan Industri Nasional

Pemerintah akan lakukan tujuh langkah strategis peningkatan ketersediaan pasar untuk mengembangkan industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri.  Pertama, keberpihakan pada produk dalam negeri…