Mobile Arts for Peace: Rasa Damai Hadir Sebab Rasa Saling Memiliki

Oleh : Hery Barus | Rabu, 05 Mei 2021 - 15:58 WIB

Dr. Harla Sara Octarra, M.Sc, Ketua Proyek Mobile Arts for Peace (MAP)
Dr. Harla Sara Octarra, M.Sc, Ketua Proyek Mobile Arts for Peace (MAP)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Seniman harus kreatif sesuai kodrat kesenimanannya. Bergulat pada proses secara konsisten  untuk sampai kepada pengungkapan kebenaran yang menyentuh. 

Hal ini antara lain pandangan yang mengemuka dalam bincang-bincang ‘Bursa Prakarsa’ (Marketplace), yang diselenggarakan Pelaksana Proyek Mobile Arts for Peace (MAP), yang berlangsung di Padepokan Ciliwung Condet (PCC), Jakarta Timur, Selasa (4/5/2021).

Hadir di acara tersebut antara lain, Dr. Harla Sara Octarra, M.Sc, Ketua Proyek Mobile Arts for Peace (MAP) untuk Indonesia, Jose Rizal Manua dan Eddie Karsito (seniman dan budayawan), serta beberapa pimpinan lembaga seni.

“Para partisipan dari berbagai disiplin seni yang beragam, serta pengalaman menggunakan seni untuk pemberdayaan dan mengangkat isu-isu sosial ini, diharapkan mampu memberikan umpan balik yang konstruktif bagi kegiatan Mobile Arts for Peace (MAP),” ujar Dr. Harla Sara Octarra, M.Sc.

Mobile Arts for Peace (MAP), terang Harla, adalah program yang diinisiasi University of Lincoln, UK - Inggris. Merupakan program berbasis seni dan budaya yang melibatkan anak-anak muda, untuk membangun kesepahaman dan perdamaian, khususnya di empat Negara; Kyrgyzstan, Rwanda, Indonesia, dan Nepal.

Projek Mobile Arts for Peace (MAP) di Indonesia, menurut rencana  akan dilaksanakan hingga tahun 2024 mendatang. Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi basis awal pelaksanaan kegiatan yang melibatkan anak-anak muda rentang usia 12 – 20 tahun ini.

Projek Mobile Arts for Peace (MAP) di Indonesia, dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta dan sejumlah lembaga terkait.

Seniman Gerakkan Potensi Masyarakat

Seniman dan lembaga seni, kata Harla, menjadi mitra penting untuk mewujudkan berbagai program yang telah menjadi agenda Mobile Arts for Peace (MAP). Karya kreatif seniman memiliki relevansi bagaimana menggerakkan potensi masyarakat.

“Di kegiatan seni ada proses-proses yang memungkinkan setiap anak dapat mengembangkan potensi dirinya. Melakukan proses internalisasi, penghayatan nilai-nilai, bergaul dengan sahabat seusianya dan atau dengan masyarakat lebih luas. Selanjutnya diharapkan rasa damai hadir sebab merasa saling memiliki,” ujar Harla.

 

Lembaga seni yang terlibat di Mobile Arts for Peace (MAP) sebagai mitra adalah, Yayasan Bandungwangi, Yayasan Bina Matahari Bangsa (YBMB), Yayasan Hidung Merah, Wahana Visi Indonesia AP Urban Jakarta, Yayasan Anak Bangsa Indonesia (YABI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DKI Jakarta, Sanggar Anak Akar, Forum Anak RPTRA Cipinang Besar Utara Jakarta, dan Forum Anak Budi Mulia Pademangan Jakarta.

Seniman dan lembaga seni yang bertindak sebagai penimbang, Jose Rizal Manua dan Eddie Karsito (seniman), Padepokan Ciliwung Condet (PCC), Yayasan Peduli Musik Anak, Rumah Film Kalamtara, Kalanari Theatre Movement, dan Studio Hanafi.

“Sinergi seniman dan komunitas seni ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan berekspresi saja, tetapi perannya dapat lebih merekatkan seni di masyarakat, serta lebih menghayati nilai-nilai perdamaian,” kata Harla. 

Harla juga menjelaskan, Marketplace dalam konteks Mobile Arts for Peace (MAP), berfungsi sebagai wadah saling mengenal antar lembaga dan pelaku seni.  “Mengenal kerja-kerja yang dilakukan. Karakteristik anak dampingan, dan ketertarikan anak-anak untuk bidang seni budaya bagi perdamaian,” ujarnya menutup

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Bermain Gadget (ist)

Jumat, 18 Juni 2021 - 19:45 WIB

Rendahnya Literasi Digital, Membuat Indonesia Mudah Percaya Hoax

Menurut internetworldstats.com Indonesia masuk sebagai 20 negara pengguna internet terbanyak di dunia, mengalahkan Brazil dan Jepang. Hal ini membuat Indonesia dianggap melek digital. Namun…

Ilustrasi Bermain Media Sosial (Ist)

Jumat, 18 Juni 2021 - 19:15 WIB

Selama Pandemi, Pengguna Internet di Indonesia Tumbuh 15,5 Persen

Budaya digital diartikan sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara kita berinteraksi sebagai manusia. Yakni mulai dari berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi…

Ilustrasi UMKM Go Digital (Ist)

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:45 WIB

Untuk Bisa Bertahan di Masa Pandemi, UMKM Harus Punya Digital Skills

Di masa pandemi ini, banyak sekali perubahan yang tanpa disadari semua orang harus mengikutinya. Namun apapun yang terjadi saat ini masyarakat harus membuka diri dan berpikiran terbuka karena…

11 Bank Dukung Pembiayaan Jalan Tol Serang Panimbang

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:17 WIB

Ekonomi Kawasan Banten Bakal Tumbuh Pesat, 11 Bank Dukung Pembiayaan Jalan Tol Serang Panimbang

Jakarta– PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menandatangani perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi…

Ilustrasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) (Ist)

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:15 WIB

Perlunya Sosilasi Tuk Cegah Meningkatnya Kasus Kekerasan Gender Berbasis Online

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 8,9 persen atau menjadi 171 juta jiwa pengguna membuat kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan cyber semakin tinggi. Diketahui selama…