INDUSTRY.co.id, Jakarta -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis sektor pariwisata akan mulai pulih pada kuartal III tahun ini. Kemenparekraf menilai, program vaksinasi yang terus berjalan sangat membantu akselerasi pemulihan usaha di bidang pariwisata.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Kemenparerkaf, Kurleni Ukar, mengatakan, kinerja pariwisata pada kuartal I 2021 masih terbatas, baik untuk pasar wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara. Adapun pada kuartal II diperkirakan masih juga terbatas.

Mengutip data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), kurun waktu Januari-Februari 2021, jumlah kunjungan wisman mencapai 254,23 ribu kunjungan. Angka itu turun sebesar 88,25 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,16 juta kunjungan. Seperti diketahui, penyebaran Covid-19 baru dinyatakan masuk dan berdampak besar mulai Maret 2020.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam kesempatan mengatakan, terdapat perbaikan kunjungan wisatawan nusantara ke destinasi wisata di Indonesia. Terutama destinasi wisata Bali yang selama ini menjadi andalan sektor pariwisata nasional.

Ia mengatakan, itu menjadi capaian yang baik seiring penerapan protokol kesehatan yang baik di Bali. Hal itu lantas memberikan rasa aman dan nyaman bagi calon wisatawan yang ingin mengunjungi Bali. Sandiaga menegaskan, rasa aman harus terus dimunculkan agar mobilitas di Bali bisa segera normal.

"Kita harus yakinkan langkah-langkah, siapkan zona hijau yang bukan lagi masuk wilayah zona merah. Ini harus disampaikan sebagai prioritas utama," katanya.

Dukungan Bank BTN

 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar akad KPR massal di wilayah Tabanan, Denpasar sebagai salah satu momentum mendukung pemulihan ekonomi Bali.

Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan akad massal KPR ini merupakan kelanjutan dari yang sudah dilakukan di beberapa tempat di wilayah Jakarta dan akan terus dilakukan perseroan dalam memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat.

"Ini adalah kampanye akad kredit yang kami lakukan agar percepatan kebutuhan rumah dapat dengan cepat terjawab dan Bali menjadi salah satu fokus untuk bagaimana dengan kegiatan akad massal ini setidaknya berdampak pada ekonomi Bali," katanya di Tabanan, Denpasar, Bali, Kamis (29/4).

Menurut Nixon, akad massal digelar pada bulan April ini sebanyak 15.500 calon debitur di seluruh Indonesia yang puncaknya acaranya diselenggarakan di Tabanan Bali

Nilai kredit untuk akad massal tersebut mencapai sekitar Rp 2.5 Trilyun

"Jadi pada hari yang sama di Tabanan dan di seluruh kantor cabang Bank BTN di Indonesia dilakukan secara serentak akad massal KPR ini," terangnya.

Setelah Bali lanjut Nixon, kampanye akad KPR massal akan diselenggarakan pada beberapa wilayah yang saat ini sedang didata kesiapannya untuk dapat dilakukan secara serentak.

Hal menarik pada akad massal KPR ini adalah sudah mulai digunakan kompor induksi pada unit rumah yang direalisasikan oleh Bank BTN.

Perseroan serius mendukung kemandirian energi nasional melalui Gerakan 1 Juta Kompor Induksi.

Nixon menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menginisiasi Gerakan 1 Juta Kompor Induksi untuk mewujudkan cita-cita kemandirian energi nasional.

"Bank BTN bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mendukung program tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut, penyediaan kompor listrik di hunian-hunian yang dibiayai Bank BTN sejalan dengan misi perseroan menghadirkan rumah yang aman dan nyaman. Sebab, penggunaan kompor induksi lebih murah dibandingkan kompor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan lebih aman.

Misi penggunaan kompor induksi di permukiman ini sangat bagus selain bersifat nasional, masyarakat juga banyak diuntungkan dengan keberadaan kompor induksi tersebut.

Sebelumnya, penggunaan kompor induksi telah dilakukan Bank BTN di perumahan subsidi di kawasan Tangerang.

Lebih dari 3.000 hunian subsidi akan menggunakan kompor induksi. Beberapa pengembang KPR non subsidi juga telah menyatakan dukungan penggunaan kompor induksi seperti proyek TOD milik PT Adhi Commuter Properti, PT Agung Podomoro Land Tbk., PT Adhi Persada Properti, Perum Perumnas, dan PT Wijaya Karya Realty.

Hingga Maret 2021, KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik 9,04% yoy menjadi Rp122,96 triliun per kuartal I/2021. KPR Non Subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan di level 0,2% yoy menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021.

Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar 3,23% yoy menjadi Rp236,57 triliun.