Digugat Fara Luwia, Anak Usaha Wilmar Gagal Hadirkan Prinsipal untuk Mediasi

Oleh : Wiyanto | Kamis, 29 April 2021 - 17:19 WIB

Melky Pranata Koedoeboen, kuasa hukum Fara Luwia dan Farma International, menjelaskan gugatan perdata tersebut terpaksa ditempuh demi keadilan
Melky Pranata Koedoeboen, kuasa hukum Fara Luwia dan Farma International, menjelaskan gugatan perdata tersebut terpaksa ditempuh demi keadilan

INDUSTRY.co.id-Jakarta - Sidang kasus gugatan Fara Luwia, pendiri PT. Lumbung Padi Indonesia, terhadap dua anak usaha Wilmar Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, berlangsung tanpa kehadiran Wilmar Group.

"Terus terang harus kami sampaikan bahwa pihak tergugat tidak menghargai proses hukum yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena pihak PT SNI dan PT NWG tidak dapat menghadirkan decision maker (principal) mereka yakni, Wilmar Group. Padahal dari pihak kami sudah menghadirkan decision maker (principal) yakni Ibu Fara Luwia langsung di ruang persidangan, terlebih lagi gugatan kami sudah terdaftar sejak tanggal 26 Maret 2021, seharusnya dari pihak Wilmar Group sudah mengetahui adanya gugatan yang kami ajukan, akan tetapi pada hari ini pihak Wilmar Group tidak juga hadir menurut kuasa hukum mereka" kata Melky Pranata Koedoeboen, Kuasa Hukum Fara Luwia, seusai persidangan di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Pasalnya, pihak tergugat I PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI), tergugat II PT Natura Wahana Gemilang (NWG) dan PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) selaku turut tergugat, gagal menghadirkan decision maker (prinsipal) masing-masing yakni Wilmar Group, selaku induk usaha mereka. Akibatnya, proses mediasi yang menjadi agenda utama persidangan menjadi terhambat.

Sebagaimana jadwal persidangan, pada Kamis (29/4/2021) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang gugatan Fara Luwia terhadap PT SNI, PT NWG dan PT LPI terkait pengambilalihan saham secara tidak sah dan melawan hukum.

Dalam proses persidangan tersebut, setelah pemeriksaan dokumen selesai dilakukan, Majelis Hakim mempersilahkan para pihak untuk masuk ke agenda sidang berikutnya yakni mediasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung. Namun demikian, proses mediasi terganjal lantaran Wilmar Group selaku prinsipal dari para tergugat tidak dapat dihadirkan di persidangan, sedangkan kuasa hukum pihak PT SNI dan PT NWG tidak mampu mengambil keputusan apapun dalam proses mediasi.

Menurut Melky, apabila Wilmar Group selaku decision maker (principal) dapat dihadirkan di persidangan, sejatinya proses mediasi dapat berlangsung dengan lancar. "Menurut hemat kami, para tergugat juga terkesan buying time dan tidak memiliki iktikad baik. Sebab, sidang perdana kasus ini sejatinya sudah dimulai dari tanggal 22 April 2021. Akan tetapi, ketika itu Kuasa Hukum pihak SNI dan NWG tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen sidang dan lebih parahnya lagi untuk perusahaan sekelas Wilmar Group ternyata baru menunjuk Kuasa Hukum 30 menit sebelum persidangan pertama dimulai, imbuh Melky.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Senin, 21 Juni 2021 - 14:30 WIB

Menperin Agus Bawa Kabar Gambira! Ekspor Industri Pengolahan Naik 30% Capai USD 66,70 Miliar

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Januari-Mei 2021, nilai ekspor industri pengolahan mencapai USD66,70 miliar, naik 30,53% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar…

Industri Petrokimia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 21 Juni 2021 - 14:07 WIB

Masuk Kategori Industri Hijau, Sektor Petrokimia Kokoh Jadi Pondasi Industri Nasional

Industri Petrokimia di Indonesia adalah salah satu industri yang berfungsi sebagai tulang punggung industri dalam negeri.

Bambang Soesatyo Ketum PB KODRAT

Senin, 21 Juni 2021 - 14:00 WIB

Selain Ketum IMI, Bamsoet Juga Ketum PB KODRAT

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) periode 2021-2025 menggantikan Harry Tanoe Soedibyo. Sehingga…

Hotel Angsana Laguna Phuket Thailand

Senin, 21 Juni 2021 - 14:00 WIB

Laguna Phuket Berkolaborasi industri untuk Konfirmasi Dibukanya Kembali Phuket pada Pasar Internasional 1 Juli

Tokoh-tokoh terkemuka dari sektor swasta dan pemerintah berkumpul di Angsana Laguna Phuket pada 12 Juni untuk mengkonfirmasi kembali pembukaan kembali Phuket untuk pengunjung internasional pada…

APD tenaga Medis (Foto Antaranews.com)

Senin, 21 Juni 2021 - 13:57 WIB

Alhamdulilah, Puji Tuhan, Vaksin Terbukti Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Telah Sembuh

Kudus-Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih.