Kapitra Ampera : Di Papua yang Ada Aktivitas Teror dan Membunuh Masyarakat

Oleh : Herry Barus | Rabu, 28 April 2021 - 16:30 WIB

Dr. Kapitra Ampera SH MH
Dr. Kapitra Ampera SH MH

INDUSTRY.co.id - Jayapura-. Dr. M. Kapitra Ampera, S.H., M.H. menegaskan bahwa di Papua tidak ada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), namun yang ada adalah teroris dan separatis dengan aktivitas meneror dan membunuh masyarakat serta perbuatan biadab lainnya seperti memperkosa, membakar sekolah dan heli sipil.

“Sudah saatnya Indonesia menetapkan KKB tersebut sebagai kelompok separatis/teroris. Apalagi Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi mereka di Indonesia,” kata Dr. M. Kapitra Ampera, S.H, M.H., Selasa (27/4/2021).

Kapitra Ampera kemudian menyampaikan pokok pikiran yang menjadi pertimbangan perlunya penetapan status separatis/teroris kepada KKB. Pertama, United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) atau Front Persatuan Pembebasan/Kemerdekaan Papua Barat, pimpinan Benny Wenda, telah mendeklarasikan bahwa tujuan utamanya adalah memerdekakan diri dari NKRI. Jika mereka telah menyatakan dirinya sebagai gerakan separatis, adalah sudah semestinya pemerintah RI juga menetapkan organisasi tersebut, berikut para pengikutnya, sebagai kelompok separatis.

Kedua, bahwa dalam rangka mencapai tujuannya, kelompok separatis tersebut juga menggunakan metode dan teknik terorisme, seperti, antara lain mencoba mengusir warga non-OAP keluar dari Papua (Eksodus), yang bertentangan dengan hak asasi fundamental manusia, yaitu hak untuk hidup (rights to life), dan juga menargetkan sasaran-sasaran soft target dan non-kombatan, antara lain para guru, murid, tukang ojek, pekerja, pedagang, dokter dan rakyat yang tidak berdosa lainnya.

“Pemerintah pusat harus tegas untuk menghentikan teroris separatis dengan menumpas dan menghancurkannya,” pungkas Kapitra

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kesadaran Patuhi Protokol Kesehatan

Jumat, 18 Juni 2021 - 07:00 WIB

Tekan Laju Penularan COVID-19 Lewat Kesadaran Patuhi Protokol Kesehatan

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, perlu dilakukan pendekatan secara pentahelix, yaitu melibatkan unsur pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan masyarakat. Satgas menekankan…

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat buah Porang

Jumat, 18 Juni 2021 - 06:38 WIB

Penuhi 20 Persen Lebih Kebutuhan Porang Dunia, Teknologi Pangan Harus Dikembangkan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan Menteri Pertanian Sayhrul Yasin Limpo mengunjungi Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Menaker Ida Fauziyah

Jumat, 18 Juni 2021 - 06:30 WIB

Menaker Ida: Reformasi Birokrasi Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi

Digitalisasi menjadi norma baru dan menjadi sangat penting bagi perusahaan modern maupun institusi Pemerintah sebagai pemberi layanan publik. Reformasi birokrasi salah satunya diwujudkan melalui…

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M.

Jumat, 18 Juni 2021 - 06:00 WIB

KASAL Laksamana Yudo Resmikan Lanal Saumlaki Tanimbar Maluku

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., meresmikan Dermaga Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Saumlaki dalam rangka mendukung pengamanan laut di Alur Laut Kepulauan…

Batalyon Polisi Militer 1 Marinir Cilandak Jakarta

Jumat, 18 Juni 2021 - 05:40 WIB

Yonpom 1 Marinir Cilandak Laksanakan Apel Organik Satuan

Dalam rangka menjelang dilaksanakannya latihan pasukan pendarat (Latpasrat) dan mengecek kesiapan tempur satuan, Batalyon Polisi Militer 1 Marinir (Yonpom 1 Mar) mengelar Apel organik satuan…