100 Tahun STTT Bandung Ciptakan SDM Handal, Menperin Agus: Saatnya Bangkitkan Kejayaan Industri Tekstil Nasional

Oleh : Ridwan | Rabu, 21 April 2021 - 15:53 WIB

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional melalui kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri, serta sebagai sektor penghasil devisa ekspor non-migas dengan nilai yang cukup signifikan. 

Untuk mendukung pengembangan sektor industri TPT, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui pendidikan vokasi. 

"Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) memiliki komitmen yang kuat untuk memperkuat industri TPT dengan menyediakan SDM Industri yang unggul dan kompeten melalui Pendidikan Vokasi Industri yang diselenggarakan oleh kampus-kampus dan sekolah-sekolah vokasi milik Kemenperin," ujar Menteri Perindustrian, kata Agus Gumiwang Kartasasmita saat Grand Launching Peringatan 100 Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia secara virtual, Rabu (21/4).

Pendidikan vokasi industri yang dijalankan Kemenperin bertujuan mendidik dan meluluskan tenaga kerja di sektor industri yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan sektor tersebut, sehingga dapat berkontribusi meningkatkan daya saing dan produktivitasnya.

"Pendidikan vokasi industri tidak dapat dilepaskan dari sejarah sektor industri di Indonesia. Misalnya, pendidikan tekstil di Indonesia telah mencapai usia satu abad," kata Agus.

Sejarah pendidikan tekstil di Indonesia diawali dengan pendirian Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada April 1922 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Lembaga tersebut didirikan untuk membina industri tekstil dan mempersiapkan tenaga ahli di bidang tekstil, serta mengembangkan teknik dan peralatan pertenunan. TIB merupakan cikal bakal dari Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung saat ini.

"Jika dihitung sejak berdirinya TIB, maka secara de facto Kemenperin memiliki kampus yang masuk jajaran kampus-kampus tertua di Indonesia dan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang fokus pada keilmuan tekstil," ujar Agus. 

TIB juga merupakan cikal bakal berdirinya dua institusi lainnya di lingkungan Kemenperin, yaitu Balai Besar Tekstil yang juga berlokasi di Bandung dan Balai Besar Batik di Yogyakarta.

Agus menjelaskan, setelah melewati perjalanan yang tidak sebentar, Politeknik STTT Bandung sudah matang dalam perannya sebagai pengemban amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sebagai Centre of Excellence dalam bidang sains dan teknologi tekstil. Hal ini juga diperkuat dengan perkembangan pesat bidang fesyen yang telah menjadi komoditas pasar dengan permintaan yang luar biasa. 

"Hal ini mendorong Kemenperin untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas Politeknik STTT Bandung dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian masyarakat bidang TPT," jelasnya.

Berbagai capaian Politeknik STTT Bandung telah diraih dalam lima tahun terakhir ini. Antara lain, berhasil menjadi salah satu politeknik di Indonesia yang meraih predikat akreditasi A.

"Dalam lima tahun terakhir ini, kami berhasil mengembangakan pendidikan ke arah vertikal dengan pendirian program Magister Terapan Rekayasa Tekstil dan Apparel pada tahun 2018 dengan didukung pembangunan gedung Magister Terapan tahun 2019 yang memiliki fasilitas riset yang memadai," paparnya.

Capaian lain adalah dibangunnya satelit digital Industri 4.0 yang merupakan satelit digital pertama di bidang tekstil dan apparel. Tujuannya menjadi referensi bagi industri TPT dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

Satelit digital Politeknik STTT Bandung akan menjadi showcase industri 4.0 di bidang tekstil sekaligus research center pengembangan Industri 4.0, khususnya fuctional textile. 

"Selanjutnya, menjadi pusat pendidikan tekstil dan pusat kerja sama industri 4.0. Satelit digital Politeknik STTT Bandung memiliki lima pilar utama, yaitu showcase, capability, ecosystem, delivery, dan pemanfaatan teknologi," imbuhnya.

Untuk melahirkan SDM industri tekstil yang berkualitas, Politeknik STTT Bandung meningkatkan kapasitasnya, antara lain melalui pembaruan mesin-mesin dan peralatan pengujian dengan teknologi terkini agar sesuai dengan standar peralatan yang digunakan di industri. 

Selain itu, meningkatkan kualitas SDM pengajar, meningkatkan kerjasama dengan institusi di dalam dan luar negeri, memperbanyak akses untuk penelitian serta sinergi dengan Balai Besar Tekstil sebagai pusat riset tekstil maupun industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terkait.

"Perjalanan 100 tahun pendidikan tekstil di Indonesia telah mencetak ribuan tenaga ahli mumpuni di bidang tekstil, sehingga keberadaan institusi pendidikan dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global wajib dipertahankan sejalan dengan terus berkembangnya teknologi dan inovasi tekstil di  industri untuk meningkatkan kemampuan ekonomi negara," tegas Agus.

Dengan tema peringatan “Tekstil Indonesia dari kita untuk dunia, Kemenperin mengajak seluruh insan tekstil Indonesia mengembalikan kejayaan tektsil Indonesia dan ikut serta dalam mewarnai industri tekstil dunia. 

"Kemenperin mendukung peran Politeknik STTT Bandung dalam berkontribusi mencerdaskan bangsa dan menyediakan SDM berkualitas bagi industri TPT Indonesia,"  ujarnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika

Senin, 04 Juli 2022 - 09:22 WIB

Hingga 1 Juli 2022, Kemenperin Mencatat Sebanyak 130 Perusahaan Terdaftar Dalam Program SIMIRAH 2

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga 1 Juli 2022, sebanyak 130 perusahaan sudah mendaftar ke dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) 2.0. Dari total tersebut, meliputi 51…

Menteri Basuki Tinjau Peningkatan Jalan Sirip Nias Utara

Senin, 04 Juli 2022 - 09:20 WIB

Tinjau Peningkatan Jalan Sirip Nias Utara - Gunung Sitoli , Menteri Basuki Instruksikan Perhatikan Kualitas

Selain pembangunan Jalan Lingkar Nias, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini juga tengah memulai pekerjaan peningkatan struktur Jalan Laehuwa - Ombulata -Tumula-Faekhuna’a…

Program Makmur Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petami Tenu Kidiri

Senin, 04 Juli 2022 - 09:19 WIB

Program Makmur Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petami Tebu Kidiri

– PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut program Makmur berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tebu di Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur. Hal ini diungkapkan oleh…

PT Hutama Karya (Persero) Laksanakan Pelebaran Geometrik Jalan Soreang-Rancabali- Cidaun

Senin, 04 Juli 2022 - 09:00 WIB

PT Hutama Karya (Persero) Laksanakan Pelebaran Geometrik Jalan Soreang-Rancabali- Cidaun

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Brantas Abipraya (Persero) (Brantas Abipraya) yaitu KSO HK-Abipraya dipercaya untuk mengerjakan proyek Penanganan…

Pembangunan infrastruktur

Senin, 04 Juli 2022 - 08:47 WIB

Kurangi Kemiskinan Ekstrem, Kementerian PUPR Bangun Sejumlah Infrastruktur di Pulau Nias

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PKE). Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Kementerian Pekerjaan…