Komisi III Soroti Hak Eksekusi PTUN: Mentah Terus...

Oleh : Candra Mata | Selasa, 13 April 2021 - 05:30 WIB

Ilustrasi Putusan Pengadilan (ist)
Ilustrasi Putusan Pengadilan (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menyoroti hak eksekusi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang tidak dapat dilaksanakan, karena terganjal oleh Peraturan Pemerintah terkait Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. 

Sehingga eksekusi yang dilakukan PTUN selalu mentah karena tidak dilindungi oleh peraturan pemerintah yang tetap.

“Eksekusinya mentah terus karena tidak dilindungi oleh PP. Jadi apabila mereka memeriksa, menjatuhkan hukuman, tetapi untuk menjalankan dan mengeksekusi hukuman itu tidak punya kekuatan hukum, hal inilah yang menjadi perhatian kita,” ungkapnya, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (13/4/2021).

Lebih lanjut, Adies mengungkapkan, Komisi III DPR RI akan mendesak pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Ham untuk nantinya dapat disampaikan kepada Presiden Joko Widodo agar segera menurunkan peraturan pemerintah. 

"Sehingga putusan PTUN ini dapat  memiliki kekuatan hukum tetap," imbuhnya.

Komisi III DPR RI juga akan membentuk Panja Penegakan Hukum Tetap, yang akan menginventarisir dan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah, agar mematuhi putusan-putusan pengadilan khususnya Pengadilan Tata Usaha Negara yang sudah inkrah. 

Adies juga menjelaskan bahwa persoalan di Pengadilan, kendala yang terbanyak dialami adalah eksekusi lahan, baik itu di Pengadilan Tata Usaha Negara, maupun Pengadilan Negeri dan Pengadilan Peradilan Umum.

Ia memaparkan, eksekusi perdata yang ada saat ini banyak sekali yang tidak bisa dieksekusi, yang disebabkan putusan yang sudah ada dilakukan peninjauan kembali yang berulang-ulang. 

“Bahkan ada putusan 40 tahun itu tidak biaa dieksekusi, tidak ada datanya, kemudian harus diulang kembali, ini kasian para pencari kebenaran dan keadilan,” tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana penandatanganan perjanjian kerjasama jual-beli (Offtake Agreement) penyediaan produk turunan kelapa sawit yaitu Stearin dan Olein yang dilakukan secara virtual antara PT Citra Borneo Utama (CBU) dan Grand Resources Group (Singapore)Pte, Ltd. (Foto: Humas PT Sawit Sumbermas SaranaTbk)

Selasa, 18 Mei 2021 - 18:23 WIB

Citra Borneo dan Grand Resources Teken Kontrak Kerjasama Jual Beli Stearin dan Olein

Pangkalan Bun - PT Citra Borneo Utama (CBU) dan Grand Resources Group (Singapore)Pte, Ltd. (GRGS) menandatangani perjanjian kerjasama jual-beli (Offtake Agreement) penyediaan produk turunan…

Presiden Jokowi tinjau Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selasa, 18 Mei 2021 - 18:11 WIB

Ditinjau Presiden Jokowi, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Mencapai 73 Persen

Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung perkembangan pembangunan konstruksi salah satu proyek strategis nasional, kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Pembangunan proyek tersebut saat…

XAURIUS

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:45 WIB

XAURIUS Resmi Luncurkan Token XAU, Cryptocurrency Pertama di Indonesia yang didukung oleh Emas, Lebih Stabil dan Aman

Pada kuartal pertama tahun 2021, sebuah perusahaan asset digital bernama XAURIUS (PT. Xaurius Asset Digital) meluncurkan cryptocurrency pertama di Indonesia yang didukung emas dengan nama token…

Ilustrasi Pabrik Gula (wy)

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:30 WIB

Kuat Dugaan Ada Keterlibatan Anggota Dewan dalam Kasus KTM, KPK Diminta Segera Turun Tangan

Kasus temuan puluhan ribu ton gula gudang PT Kebun Tebu Mas (KTM) masih terus bergulir hingga saat ini. Yang terbaru, muncul dugaan keterlibatan anggota DPR RI berinisial AW dan AD dalam dugaan…

Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:19 WIB

Dahsyat! Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Bogor- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) memulai program vaksinasi tahap pertama COVID-19 untuk karyawannya sebagai bagian dari penyelenggaraan gerakan Vaksinasi Mandiri…