Kabar Gembira! Airlangga: Pemerintah Berikan Bantuan Gratis Ongkir di Harbolnas Ramadan Sebesar Rp500 Miliar

Oleh : Nata Kesuma | Senin, 12 April 2021 - 15:49 WIB

Menko Airlangga Hartarto
Menko Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah akan menyiapkan Program Gratis Ongkos Kirim (Ongkir) di Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadan (Harbolnas Ramadan).

Program gratis ongkir ini dikhususkan untuk produk UMKM dalam negeri.

“Diutamakan untuk produk dalam negeri, ongkir ditanggung Pemerintah dalam bentuk subsidi dan ongkir ini disiapkan Pemerintah dengan anggaran sebesar 500 milyar rupiah,” kata Menko Airlangga dalam launching Vaksinesia Kumparan, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (12/4/2021).

Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Harbolnas Ramadan ini akan diselenggarakan selama 5 hari yakni pada H-10 s/d H-6 Idulfitri.

Program ini sendiri bekerjasama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan para pelaku logistik lokal untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Program gratis ongkir ini untuk mengungkit daya beli masyarakat selama masa larangan mudik atau libur lebaran.

“Dengan demikian Pemerintah berharap bahwa dalam situasi Bulan Ramadan terjadi peningkatan konsumsi," ucapnya.

"Oleh karena itu Pemerintah mendorong masyarakat untuk tidak mudik tetapi bisa mengirim barang ke daerah. Pemerintah yang tanggung ongkosnya,” jelas Airlangga.

Selain itu, Ia juga menyampaikan update perkembangan terkait vaksinasi. Utamanya untuk para lansia yang memang sudah menjadi prioritas Pemerintah, vaksinasi untuk kelompok tersebut dilakukan percepatan. 

Untuk itu, dirinya menegaskan bahwa pandemi belum berakhir dan menghimbau agar masyarakat tidak gegabah menganggap pandemi telah selesai.

"Meskipun vaksinasi sudah dilakukan namun masih ada target vaksinasi yang harus dicapai," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo menargetkan pada bulan Juni atau Juli 70 juta vaksinasi harus sudah dilakukan. 

Untuk mencapai target tersebut Pemerintah telah memperoleh akses untuk empat jenis vaksin yang berbeda dan mengupayakan seluruh vaksin tersebut bisa dikirim sesuai dengan yang dijanjikan.

“Hingga saat ini proses vaksinasi masih dalam schedule yang diharapkan Pemerintah,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:19 WIB

Dahsyat!, Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Bogor- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) memulai program vaksinasi tahap pertama COVID-19 untuk karyawannya sebagai bagian dari penyelenggaraan gerakan Vaksinasi Mandiri…

Perumahan Cibubur Jaktim

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:00 WIB

Gerbang Tol, CBD hingga Mall Tingkatkan Nilai Properti di Kota Wisata Cibubur

Sebagai primadona di kawasan Cibubur, Kota Wisata menambah kelengkapan fasilitasnya dengan gerbang tol langsung di dalam kompleks tersebut. Keberadaan akses langsung pintu tol di dalam kawasan…

Founder & Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:15 WIB

Kisruh di Jababeka Berakhir! Budianto Liman Tetap Dirut, Darmono Komut

Jakarta - Kisruh di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah berakhir. Manajemen lama perseroan memenangkan persidangan di pengadilan setelah proses hukumnya terus bergulir sejak 2019.

Irfan Setiaputra Dirut Garuda Indonesia

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:00 WIB

GIA Group Layani Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin yang Telah Mendapat Vaksinasi

Garuda Indonesia Group melalui lini layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink, menjadi maskapai penerbangan nasional pertama di Indonesia yang melayani penerbangan dengan pilot dan awak…

Kawasan Industri Jababeka (Istimewa)

Selasa, 18 Mei 2021 - 15:39 WIB

Triwulan I-2021, Pendapatan Jababeka Melesat 35% Jadi Rp640,60 Miliar

Jakarta - PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan total pendapatan Rp 640,60 miliar pada triwulan pertama 2021. Itu artinya, pendapatan perusahaan properti tersebut tumbuh 35% jika dibandingkan di…