INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan telah berhasil menekan laju kasus aktif selama dua minggu terakhir di Jakarta.
"DKI Jakarta cukup berhasil dalam menekan laju kasus aktif selama dua minggu terakhir," ungkap Anies, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari unggahannya di Facebook @Aniesbaswedan pada Selasa (6/4/2021).
Kemudian, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta ingin tren positif dalam menekan laju kasus tersebut bisa terus dipertahankan, salah satunya dengan memperpanjang PPKM selama dua minggu kedepan.
"Pemprov DKI Jakarta memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April 2021," jelasnya.
"Perjuangan kita masih belum usai, prokes masih harus dipatuhi, kurangi mobilitas, serta cegah keramaian yang dirasa tidak perlu. Terlebih kita akan memasuki bulan Ramadan 1442 hijriah," jelas Anies.
Ia juga berharap, agar momen Ramadan ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk terus meningkatkan imunitas agar terhindar dari risiko keterpaparan.
"Perlu diketahui, semua sanksi terhadap pelanggaran masih tetap berlaku. Jika kamu menemukan pelanggaran PPKM di Jakarta segera laporkan melalui aplikasi JAKI," paparnya.
Untuk diketahui, unggahan Anies tersebut telah menuai beragam komentar dari masyarakat.
"Alhamdulillah pak gubernur, patut kita bersyukur kepada Allah SWT terimakasih pak sudah pimpin warga Jakarta pelan2 meninggalkan masa suram akibat pandemi ,walau blm 100 % lenyap setidak nya kasus positif covid19 sudah mulai reda di Jakarta
"Saya setiap dokter telpon udah gemetaran pak ,karena pasti dokter mengabarkan ada warga saya yg terkonfirmasi positif covid19..Alhamdulillah sdh sebulan ini dokter tidak telpon saya, semoga terus selama nya tidak ada lagi warga saya yg positif covid19 ..#GerakanGoceng #KampungTangguh," papar Syam Wirabrata.
"Lapor pak, banyak kantor yg diam2 full WFO dan dalam ruangannya tidak disesuaikan dengan prokes. Sebagian besar berlokasi di jakarta selatan," tukas Aang Windu Jaya.
"Dah bosen Ama PPKm, sekalian aja pak 5 tahun," tandas Ahmad Datim.