INDUSTRY.co.id - Jakarta-Asosiasi e-commerce Indonesia (ideA) sukses menggelar ajang Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IESE). Ajang yang menghadirkan rangkaian Summit dan Workshop ini menjadi perhatian para peserta yang semakin haus akan informasi bisnis e-commerce.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (ideA), Aulia E. Marinto mengungkapkan, ajang Ini tentu menjanjikan bagi raksasa-raksasa e-commerce global untuk berlomba-lomba memasuki pasar Asia Tenggara, sehingga menjadikan kawasan ini mencapai posisi keemasan dan strategis dalam persaingan global.

"Maka tidak berlebihan terminologi Jack Ma (pendiri Alibaba) yang menyebutkan bahwa 2016 adalah tahun pembuka, dan 2017 adalah tahun utama bagi industri e-commerce," ungkap Aulia di Jakarta (12/5/2017).

Seperti diketahui, pemerintah berharap menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. Diawali dengan pengumuman peta jalan e-commerce oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada November 2016 yang terdiri dari 7 pilar mulai dari pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber, serta ditambah 31 inisiatif lintas sektor yang harus diimplementasikan secara disiplin, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Menurut Aulia, memasuki tahun 2017, pemain lokal, regional, dan global mulai meningkatkan pola permainan mereka dan semakin inovatif. Berbagai inovasi model bisnis muncul mulai dari belanja online kebutuhan bisnis, sampai belanja produk finansial, dan semuanya semakin menarik investor serta pasar.

“Melihat prospek luar biasa ini, artinya keinginan dan harapan bahwa Indonesia menjadi ‘The Next China atau India’ dalam dunia e-commerce tidak mustahil untuk dicapai," terang Aulia.

Oleh karena itu, perlunya sinkronisasi effort yang harus diupayakan bersama-sama oleh seluruh ekosistem industri ini, agar akselerasi maksimal bisa terjadi.

"Melalui IESE ini, kita berupaya untuk mengupas segala hal tentang e-commerce mulai dari pemberdayaan, akselerasi, hingga pemecahan masalah," imbuhnya.

Ke depannya ekonomi Indonesia tidak akan lagi berfokus pada Sumber Daya Alam (SDA) namun beralih ke basis layanan (services).

"Oleh karena itu, dunia usaha yang masih menggunakan cara-cara konvensional diharapkan mulai mengadopsi basis digital agar tidak tergerus dengan teknologi yang berkembang sangat pesat. Dan Indonesia Diharapkan Jadi ‘The Next China atau India’ di Sektor e-Commerce," tutup Aulia.