INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu hadir di Wisma Atlet Kemayoran untuk mengajak tenaga medis dan pasien Covid-19 bermain angklung bersama.
Selain untuk menghibur dan menyemangati keduanya, pengaruh seni terhadap imunitas tubuh disinyalir membawa dampak positif bagi kesehatan.
Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid beralasan bahwa diskusi tentang pemulihan Covid-19 selama ini lebih berfokus pada intervensi medis saja, seperti vaksin.
Sementara banyak riset yang menunjukkan bahwa seni sebagai aktivitas yang menyenangkan, berhubungan erat dengan peningkatan imunitas tubuh.
“Saya sendiri pernah dikarantina 18 hari karena Covid-19, dan dalam kasus saya, kesimpulan riset itu terkonfirmasi,” ungkap Hilmar, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (27/3/2021).
“Dengan bermain angklung bersama, kita ingin memberitahu dokter, perawat dan semua tenaga kesehatan lainnya bahwa kita semua mengapresiasi kerja keras dan pengorbanan mereka dalam perjuangan (melawan Covid-19) ini,” lanjutnya.
Untuk diketahui, di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) lebih dari 1.500 pasien dan tenaga kesehatan bermain angklung bersama seniman angklung.
Hilmar berharap, aksi ini bisa berkembang terus dengan melibatkan lebih banyak seniman lain dari berbagai bidang.
“Kalau masif, maka ini jadi gerakan memperkuat persatuan kita melawan Covid-19. Di samping memulihkan kesehatan juga memulihkan ekonomi kelompok kesenian yang sedang dilanda krisis. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” kata Hilmar.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kesehatan Tentara Indonesia, selaku Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Tugas Ratmono turut memberi semangat kepada seluruh pasien Covid-19 dan segenap tenaga kesehatan agar saling bahu membahu untuk pantang menyerah melawan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
“Dalam peringatan ini, marilah kita merefleksikan dan semoga kita memiliki kekuatan untuk segera menyelesaikan dan menuntaskan pandemi Covid-19 dari bumi Indonesia yang tercinta ini,” harap Tugas Ratmono.