INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan angkat suara atas ramainya kritikan yang dilontarkan berbagai kalangan masyarakat terkait "hilang"nya frasa agama dalam Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035.

Advertisement

Hendarman Pelaksana tugas (plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud menegaskan bahwa dalam PJP tersebut tercantum tujuan membangun profil Pelajar Pancasila sebagai SDM Unggul yang harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. 

Dan diantara profil tersebut adalah tetap menjadikan pelajar yang “beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia”.

Advertisement

“Agama sangat esensial bagi kita, bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama. Pelajaran agama akan tetap ada,” tegas Hendarman dalam keterangan tertulisnya yang dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu (10/3/2021).

Selain itu, Ia juga menyampaikan kepada masyarakat, bahwa sejauh ini, hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat dan dokumen tersebut bukanlah dokumen final.

Advertisement

”Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final,” terang Hendarman.

Melanjutkan penjelasannya, Hendarman menyebutkan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas masukan yang sangat positif dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Advertisement

“Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak, yakni organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya,” terangnya.

Hendarman menambahkan, saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak.

Menurutnya, Kemendikbud mendengarkan dan menindaklanjuti kritik yang membangun.

“Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata ‘agama’ secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya,” ujar Hendarman.

“Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi berbagai kalangan demi penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 ini dan akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya," tandasnya.